Dec
10
NATAL SEKOLAH MINGGU
GKI BINTARO UTAMA
“Yesus Datang Untuk Siapa?”
Pulau Situ Gintung, 8 Desember 2008
Anak-anak sekolah minggu telah mengadakan latihan selama beberapa minggu. Aku sangat berterima kasih pada teman-teman Guru Sekolah Minggu yang sudah berlelah-lelah bekerja, karena sesungguhnya aku nggak mengambil bagian sebesar yang mereka lakukan.
Operet yang sempat menjadi dilema di rapat rapat natal melahirkan sebuah operet yang indah. Anak-anak itu menunjukkan talenta, kekocakan dan kepolosan mereka di atas panggung. Yang mengagumkan adalah ketika mereka mulai bisa memahami peranan mereka sendiri dan bagaimana menjadi bagian dari kelahiran Tuhan Yesus. Ada yang menjadi gembala, malaikat, Maria dan Yusuf, domba, Orang Majus, dan ada Bintang dan peranan lain juga.
Pagi-pagi, Natty yang mengkoordinatori Operet Natal sudah mendandani anak-anak sekolah minggu. Bisa kubayangkan kehebohan pagi itu. Peserta Operet berangkat sejam lebih pagi dari anak-anak lain.
Jam 08.00 pagi, seluruh anak berhasil diberangkatkan. Guru sekolah minggu sebagian tetap setia menunggu, barangkali ada yang terlambat karena sesuatu.

Mahen dan Dea memulai acara sekitar jam 09.15 WIB di Situ Gintung. Waktu ini terlambat 15 menit dari yang diperkirakan. Keduanya adalah MC yang kompak, membuat acara menjadi hangat.
Baca selengkapnya »
Nov
5
Sabtu, 1 November 2008
Mekar Sari dan Taman Safari
Kebersamaan ini membuatku hampir menangis di awal acara, terbahak-bahak di tengah acara, dan tertidur pulas di akhirnya.

Aku banyak dibentuk di organisasi yang unik ini. Pertama aku menjadi guru sekolah minggu adalah ketika seorang anak kecil meneleponku dan memintaku menjadi guru karena saat itu semua guru yang terlibat di sekolah minggu cowo. Baca selengkapnya »
Feb
22
Kenapa minggu ini menjadi minggu termoody sepanjang tahun 2008 ya? Padalah nggak PMS juga.
Kesibukan setelah cuti 5 (lima) hari membawa semangat dan pandangan baru. Hari Senin, 18 Februari 2008 kumulai minggu kerjaku. Senin itu lancar dan asik karena semua tugas dapat dilakukan dengan baik. Rasanya tenagaku berlebih. Lembur sampai malam tidak membuatku lemas atau kelelahan. Hari yang cerah.
Selasa pun tidak jauh beda, aku bisa menyelesaikan tugasku. Seperti biasa, aku tidak ingin melewatkan hari tanpa sesuatu yang istimewa. Aku menelepon si abang untuk pergi nonton sehabis jam kerja. Dia setuju, terjangkit penyakit menonton bioskopku. Malam itu, sepulang kantor kami menonton PS I Love You. Sebenarnya, kami tidak tertarik menontonnya semenjak awal premiere, tapi setelah membaca review Nirwana, temanku, aku jadi penasaran. (Pengalamanku nonton bisa dibaca di Movie Review di bawah).
Nah Rabu, aku mulai merasakan swing mood yang kuat. Apalagi ketika disalahkan atas tugas-tugas yang kulewatkan selama cuti. Loh, bukannya aku lagi cuti? Kalau salah, kenapa aku yang dipojokkan? Ditambah dengan mood jelek, aku kesulitan banget bisa hadapi masalah dengan baik. Ya, itu salahku.
Kuingat suatu kutipan percakapan yang masih kuingat dari PS I Love You.
“Sebenarnya, apa sih yang diinginkan cewek? Aku penasaran” Tokoh Daniel bertanya.
Holly spontan menjawab: “Sini kubisikkan rahasianya, tapi jangan katakan ini pada siapa pun. Cewek sendiri tidak pernah tahu apa yang diinginkannya”. Owh… sometimes that’s so right. Baca selengkapnya »
Sep
24
22 September 2007
09.05 WIB
GKI Bintaro Utama
“Halo Net, kita jadi kan buat alat peraga hari ini?”
“Jadi kok Kak, aku lagi dalam perjalanan ke sana.”
“Oke!”
Sebelum kata oke terucap, hape jelek ini udah mati duluan, error.
Natty dan Hanson datang membawa 4 potongan sterefoam putih ke lantai dua tempat kami Sekolah Minggu. Tanpa pikir panjang, kami langsung mengecat sterefoam itu dengan warna coklat bata. Rencananya sterefoam ini dibentuk menjadi bangunan Tembok Yerikho. Besok kami mau menceritakan kisah Yosua dan Bangsa Israel yang mengelilingi Tembok Yerikho. Baca selengkapnya »
Sep
17
Sulit mengawali Sekolah Minggu dengan hati yang galau. Anak-anak punya insting tertentu tentang perasaan kakak Sekolah Minggu-nya. Begitulah hari Minggu kemaren aku pergi Sekolah Minggu dengan hati kurang semangat.
Beberapa jam sebelumnya aku terbangun karena teringat akan bahan rapat yang belum ku-print. Aku punya kebiasaan aneh, tidur tapi tetap berpikir. Aneh tapi kadang menguntungkan juga. Terbangun mendadak membuat kepala sedikit puyeng dan perasaan kurang enak. Pertama, kuhidupkan laptop Compaq-ku, mencantolkan printer dan mulai mengoperasikannya. Coba Control+P, printernya ga bergeming. Mulai utak-atik, sampai berkeringat pun tak berhasil. Perutku mulai ikutan sakit, mungkin karena makan indomie kemarin. Emosi mulai naik. Baca selengkapnya »