Aku Mengagumi Lelaki


YANG

  1. Bisa menjadi dirinya sendiri.
  2. Tidak jengah memegangi tas pasangannya, tidak menentengnya saja tapi menaruhnya di bahu.
  3. Mau memayungi dirinya dan pasangannya tidak hanya saat hujan, tapi juga ketika panas.
  4. Tidak malu berjalan-jalan berdua dengan keponakannya atau anaknya yang masih kecil dan menggendongnya sesekali (kecuali: pedofil), karena kebanyakan orang merasa itu menurunkan “harga pasar”
  5. Tidak memodifikasi motornya aneh-aneh, karena bunyi motor yang knalpotnya dimodif seringkali memekakkan telinga dan menambah polusi suara saja. Modifikasi warna boleh saja. Sepertinya hampir seluruh cewe tidak suka pria yang memodifikasi knalpotnya jadi aneh-aneh.
  6. Tidak merokok tentu saja. Aku benci rokok bukan orangnya, tapi ketika rokok itu sudah menempel bahkan tertanam di tubuh seorang pria, maka “harga”-nya dia di mataku jatuh bebas.
  7. Bisa menjaga kesehatan dengan baik.
  8. Tidak terlalu memperhatikan penampilan. Boleh-boleh saja memperhatikan penampilan, tapi ketika itu mulai menjadi hal yang buat pusing, hmm… no way!
  9. Tidak bertato (kecuali: Tora Sudiro dan Restu Sinaga, he) dan tidak beranting
  10. Tidak mudah marah. Tolong digarisbawahi kata MUDAH, karena pria yang tidak pernah marah pun sangat menakutkan, karena suatu saat takutnya dia marah dan malah membunuh, hiii…
  11. Pekerja keras, meskipun orang banyak menilai pekerjaan itu rendahan.
  12. Humoris. Lucu di saat yang tepat. Pendiam tidak berarti tidak humoris. Aku banyak mengenal orang pendiam tapi sekali berbicara lucu banget.

dst.

Nah para lelaki, coba introspeksi diri kalian. Karakter-karakter di atas umumnya berlaku di hati perempuan. Posting-an ini hanya buat fun-fun saja, jangan sakit hati ya kalau ternyata tidak seperti kalian, karena ini penilaian yang subjektif.

Oh Lelaki III

Terinspirasi majalah wanita “Chic”, aku membuat judul ini dari sudut pandangku sendiri. Dan benar saja, topik ini menarik banget untuk dibicarakan.

Setelah dua topik Oh lelaki dilayangkan, seorang teman memberikan pendapat tentang tulisanku itu melalui japri. Ntah karena dia tidak terlalu berani atau karena kepanjangan atau alasan lain. Senang rasanya dapet tanggapan positif. Singkatnya, dia mengirimku sebuah artikel yang ditulis oleh seorang ibu, bagaimana dia memandang suami dan teman-temannya. Kebetulan sekali temanku ini lelaki. Kutantang dia memberikan pendapat sendiri yang sampai sekarang belum dijawabnya. Baca selengkapnya »

Oh Lelaki II

Tingkat pengenalanku akan mahluk berlabel cowo semakin baik saja. Ntah kenapa aku selalu terlibat dalam segerombolan yang kebanyakan cowo. Berawal dari masa kecil yang didominasi permainan anak laki-laki, tembak2an, mobil2an, panjat memanjat dll. Dilanjutkan dengan kuliah di STAN yang membuatku semakin kenal aja sama mereka.

Terakhir di dunia kantor sekarang. Se sub direktorat hanya aku yang cewe, tega! Tapi ternyata di balik itu aku bisa tahu lebih dalam tentang mereka. Baca selengkapnya »

Oh Lelaki

Apa pendapat wanita tentang lelaki?
Mungkin aku tidak tahu secara keseluruhan, tapi at least aku punya pandangan sendiri. Mari kita coba berpikir bersama, hai para wanita yang tidak bisa hidup lepas dari makhluk bernama lelaki.

Dulu waktu kecil bahkan sampai 19-an, aku memandang kalo cewe itu sama persis dengan cowo. Pergeseran pengertian mulai timbul karena aku mulai memperhatikan detil-detil tindakan cowo-cowo di sekitarku, termasuk pacar-pacarku. :)

Cowo itu sangat mudah untuk dipahami tapi sulit untuk dihadapi. Maksudnya, aku tahu dia mo apa, abis itu apa dan seterusnya, tapi aku sering capek sendiri menghadapi itu.

Contoh kasus: Berantem Baca selengkapnya »

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!