Lovely Monday
Pagi tadi aku terlambat mengejar kereta menuju kantor. Tapi beruntung, ada kereta kedua jurusan Depok yang masih mengantri berangkat. Hujan tidak bisa disalahkan atas keterlambatanku, meskipun kalau ditanya kenapa terlambat, aku akan menyebut dia sebagai biangnya.
Senin tidak semenyebalkan yang semua orang kira. Kereta yang kutumpangi berangkat dengan sedikit penumpang menuju Sudimara. Hujan belum reda juga, kabut menutupi kaca jendela dan pintu kereta, menghalangi pandanganku ke luar. Tapi aku tetap bisa menikmati pemandangan bernuansa kabur itu. Malahan, keadaan ini membuatku bersemangat, tetes-tetes air yang menghantam kaca jendela, orang-orang berlarian menuju stasiun untuk memimalisir air hujan yang mengguyur badan, anak-anak kecil penjual koran dan payungnya, udara dingin menusuk-nusuk memberi kesejukan dan jejak-jejak kaki di lantai kereta yang basah. Tenang, dingin dan menyenangkan.
Sebagian orang telah terlelap di sudut-sudut tempat duduk, menikmati udara dingin dan melanjutkan mimpi indah tadi malam sebelum turun dari kereta. Baca selengkapnya »



Add to del.icio.us
Rabu, 24 September 2008
