Pelajaran dari Sensei (1)

Belajar Jepang ternyata mengasyikkan juga. Pertama, nambah pengetahuan bahasa yang pasti terpakai nantinya. Kedua, mengenal budaya Jepang yang ternyata, sangat jauh berbeda dengan kita.

Kami berkenalan dengan Sensei (guru) Haruko (yang artinya: anak musim semi) sebagai native speaker di kelas kami tiga minggu lalu. Kesan pertama, kami merasa dia terlalu tegas dalam menerapkan aturan dan tepat waktu (so pasti).

Karena hitung-hitung ini latihan menuju Jepang, aku pun bertahan di kelas Bahasa Jepang ini. Awalnya kelas kita beranggotakan 30 (tiga puluh) orang, belakangan jumlahnya terdepresiasi menjadi 15 (lima belas) orang. Selidik punya selidik, ternyata karena pengajaran sensei yang sangat cepat yang membuat beberapa anggota mundur. Sehari saja tidak mengikuti pelajaran, rasanya sudah tertinggal beberapa bab. Baca selengkapnya »

Two Important Things In My Life

Dua cita-cita seorang perempuan sepertiku dalam hidup terjadi hampir bersamaan. Kata orang cita-cita ini sulit untuk berjalan beriringan, tapi aku memimpikan keduanya.

Pertama adalah mimpiku membentuk keluarga, punya anak dan hidup bahagia. Mimpi kebanyakan orang di muka bumi. Mimpi keduaku yang mungkin akan bentrok dengan yang pertama adalah keinginanku meneruskan Strata Dua di Luar Negeri.

Kalau dilihat sekilas mungkin terlihat “Dimana bentroknya?”, tapi yang membuatnya berat adalah syarat yang harus kupenuhi untuk memperoleh Strata Dua itu cukup berat. Baca selengkapnya »

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!