Mar
5
Pagi pagi tadi kami melangkahkan kaki menuju pusat kota Nagoya untuk melihat bangunan-bangunan bersejarah dan artistik. Sayang kami hanya bisa mengunjungi satu yaitu Nagoya Archieve Building.
Satu kejutan menyenangkan pagi itu mengundang banyak orang untuk memfoto dan mengabadikan mekarnya bunga sakura. Wah, ini pengalaman pertama yang lumayan mendebarkan bagiku. Selama ini, aku hanya menyaksikannya dari internet, televisi, majalah dan media lain. Tapi kali ini, aku menyaksikannya sendiri, bunga merah jambu yang mulai mekar terlalu dini di awal Maret.
Jumlahnya belum begitu banyak, tapi sungguh bunga itu indah. Bunga yang menjadi ciri khas Jepang. Lucky me…

Nagoya Archieve

Lampu Langit-langit

Nagoya Archieve Full

Burung dan Sakura
Baca selengkapnya »
Mar
4
Siang itu kami memulai pelajaran bahasa Jepang di ruangan kongkow di kampus. Kami harus memilih tempat itu, karena studying room hanya boleh dipake buat belajar, dan ga boleh dipake buat ngobrol. Padahal kan belajar bahasa itu ya harus ngobrol.
Teman Jepangku ini orangnya modern dan sudah melanglang buana ke beberapa belahan dunia, jadi ga canggung diajak bahasa Inggris bahkan menggosip. Dia sih cowo, tapi kalo nggosip bisa rame juga. Pengalamannya yang seabrek-abrek membuatku semakin mengagumi sisinya yang satu itu.
Kesan pertama mengatakan dia linguistik sejati a.k.a. belajar bahasanya gila bener, hebat. Aku mengucapkan dua patah kata bahasa Indonesia, sampe sekarang ditanya dia masih ingat. Sementara, aku diajarin bahasa Jepang berulang-ulang, pasti lupa tiga hari kemudian (waktu maksimum). Dia masih muda, bersemangat dan tidak terpikir menikah. Tidak mau memeluk suatu agama apa pun karena menurutnya agama hanya membawa petaka. Hm… pandangan yang aneh, tapi bagiku setiap orang memiliki kehendak bebas yang tidak bisa dipaksakan. Baca selengkapnya »
Feb
20
Berbagi pengalaman melalui foto dengan teman-teman di blog ini sungguh menyenangkan. Sudah sebulan aku tinggal di Nagoya ini dan menjalani berbagai sudutnya. Semoga saja foto-foto yang dibagi bisa menggambarkan apa yang kujalani selama ini.

Oasis 21

Di bawah Oasis 21
Baca selengkapnya »
Feb
8
Nagoya, 8 Februari 2009
Tidak terasa sudah tiga minggu menempati kota ini. Hal yang paling banyak kulakukan selama tiga minggu ini di samping tidur adalah chatting. Ternyata nggak sia-sia laptop ini dibawa sampai jauh ke sini.
Mau cerita nih soal keunikan kota ini secara khusus, atau mungkin Jepang secara umum.

subway
Tentang subway. Semua hal diatur dengan baik di sini, mulai dari hal besar sampai hal terkecil. Setiap orang yang memakai eskalator harus berdiri diam di sebelah kiri dengan mengosongkan jalur sebelah kanan karena kanan hanya untuk mendahului karena terburu-buru. Seperti jalan raya saja. Tapi sepertinya itu sudah menjadi tradisi tanpa aturan tertulis. Orang-orang cenderung berjalan lebih cepat berjalan kaki dibanding orang Indonesia. Terlihat seperti selalu terburu-buru, padahal nggak juga, itu memang
default kecepatan mereka di sini.
Membeli tiket di mesin sangat mempermudah transaksi, tapi bagaimana dengan orang yang tidak mengerti kanji atau bahasa Jepang? Silahkan menebak, pasti berhasil karena petunjukknya tidak terlalu sulit. Kita bisa memakai koin 5, 10, 50, 100, 500 (kecuali satu yen) dan uang kertas berapa pun untuk membeli tiket. Untuk menghemat, belilah Yurika , membeli tiket langsung 2000 yen untuk beberapa kali perjalanan, karena tiap pembelian 2000 yen dapat bonus 200 yen, lumayan. Lebih hemat lagi, memohonlah untuk kartu berlangganan. Surat permohonan bisa diminta dari sekolah atau universitas. Kalau ga salah 6000 yen sebulan. Baca selengkapnya »
Jan
25
Apartemen, 24 Januari 2009
Salju di Nagoya nggak banyak, turun seperti hujan dan tidak menumpuk. Setelahnya langit langsung cerah.
Inilah salju pertamaku. Kalau dipegang saljunya langsung cair seperti es serut yang halus.
Baca selengkapnya »