Jul
15
Lama tak mengisi blog ini lagi. Ditinggalkan dan diabaikan. Bukan tanpa alasan juga sih. Belakangan ini aku memulai kesibukan-kesibukan mahasiswa pada umumnya di Jepang. Mulai dari ujian-ujian sampai ke kegiatan relaksasi. Kali ini aku hanya mencuplik foto-foto yang sekiranya menggambarkan beberapa kegiatan belakangan ini.

Angklung Time
Kesibukan kuliah diselingi dengan musik adalah harmonisasi yang tak terbantahkan. Yuk, ikutan angklung di halaman kampus Nagoya. Memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang. Angklung itu punya Indonesia loh, jangan tertipu dengan gosip. 

Ikut Nyontreng
Ingat kewajiban sebagai warga negara yang baik, ikut milih. Pemilu di Nagoya lumayan unik, kita nyontreng dan kirim via pos ke kedubes Tokyo. Inilah pemilu pertamaku di Nagoya, memilih presiden dan wakil presiden. Senang bisa menyumbang satu suara buat calon pilihanku.

Careless
Ini dia kertas ujian yang dibagikan sensei beberapa hari yang lalu. Di satu halaman terdapat tulisan merah yang kentara, Careless. Anak yang selalu membuat kesalahan-kesalahan memalukan,
. Tolong dong, masa memundurkan dua koma aja susahnya minta ampun.

In words please
Di halaman lain, peringatan berikutnya muncul. Mungkin karena sensei merasa cukuplah sedikit kata dan rumus saja, dia pun mencoret peringatannya. Aku suka banget menerangkan sesuatu dengan grafik tanpa kata-kata, sensei pun jadi gemas lihatnya.
Jun
10
Hari Rabu dan Hari Kamis merupakan hari terberat sepanjang minggu buatku. Rabu kuliah dimulai jam 8.45 yang artinya aku harus berangkat dari rumah jam 7.45, kadang kalo terlambat, berangkat jam 8.00 tapi harus berlari mengejar jadwal subway
. Kebiasaanku tidur pagi dan bangun siang membuat keadaan semakin berat. Tapi sebenarnya bagian terberatnya adalah karena tugas setiap minggunya mencapai klimaks di dua hari itu. Tugas yang kumaksud bukan hanya tugas berupa PR (dalam bentuk essay atau problems), tapi juga reading assignments yang menumpuk.
Tadi itu bagian terparah sepanjang aku kuliah di sini, nggak tau besok-besok gimana. Anak ekonomi disuruh memahami percaturan politik dunia melalui satu istilah “peacebuilding”. Saking bingungnya mencari sumber tulisan yang lebih mudah dipahami, akhirnya aku mencoba youtube. Youtube memang luarbiasa, aku menemukan wawancara panjang mantan Sekjen PBB, Sir Brian Urquhart seputar peacemaking (teman seperjuanganya si peacebuilding tadi). Tapi, tetap saja, menulis sesuatu yang tidak kita pahami itu sangat menyiksa.
Essay yang harus ditulis berkisar 3 sampai 5 halaman dan single space. Sebelum menulis, kami diwajibkan membaca reading materials yang kebetulan tebal
. Kebayang betapa bingungnya aku, kamus Oxford harus kupakai berulang-ulang dan tetap sulit. Aku mulai berpikir “Sensei ini tega bener ya, bikin tugas ginian, gimana sih tampangnya?”. Mulai kesal dan tak sabaran. Baca selengkapnya »
Jun
6
Nagoya University Festival (alias MeiDaiSai). Mei untuk membaca kanji awal Nagoya, Dai untuk Daigaku atau University, dan Sai untuk Festival. Festival ini dilakukan sekali setahun menyambut hari jadi Nagoya University. Tahun ini diadakan tanggal 6-7 Juni 2009. Festival kali ini merupakan festival ke-50, tahun ini dirayakan meriah, tapi tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, setiap stan dilarang berjualan makanan karena kejadian tahun lalu menjatuhkan satu orang korban keracunan makanan. Festival tanpa makanan sungguh kurang meriah, yang ada jadinya pasar murah.

Gerbang Masuk
Tapi bagaimanapun juga inilah festival pertamaku di kampus. Aku mengambil sedikit foto tadi sembari menjalankan tugas menjaga stan Indonesia yang berjualan souvenir-souvenir Indonesia, menyewakan baju daerah buat dipakai dan berfoto, dan penampilan angklung kecil-kecilan. Aku pun sempat membeli payung di tempat berjualan umum karena seminggu lalu aku kehilangan payungku di gedungku sendiri. Makanya, jangan percaya semua tempat itu aman di Jepang, apalagi tempat itu banyak orang internasionalnya. 
Aku hanya sempat mengambil beberapa foto karena ditambah banyak kesibukan. Semoga fotonya bisa menggambarkan sedikit keadaan di sana tadi. Baca selengkapnya »
May
26
Wah… Hisashiburi (lama tak bertemu)…
Kesibukan kuliah mulai merajalela sekarang, dan kadang kepala ini tidak bisa diajak menulis yang lain-lain selain setumpuk PR.
Ada kejadian menarik hari ini, jadi pengen cerita sedikit. Tadi sepulang kuliah siang, aku dan temanku memandang tempat sampah apartemen kami yang biasanya sudah kosong kalau siang. Kali ini ada beberapa sampah di sana, dengan bungkus merah. Plastik merah berarti sampah dapur dan sampah basah yang memang dijadwalkan untuk dibuang setiap Hari Selasa. Tapi kenapa tidak diangkat? Jelas saja, karena isinya bukan sampah basah, tapi timbangan, futon (selimut dan kasur Jepang), sendok, panci-panci dkk. Hm… sebenarnya sampah itu dari kemaren di situ, tapi keberanian untuk memulung baru datang sekarang. Kami langsung aja memulungnya, memilah dan memilih,
. Malu juga, jadi celingak celinguk dulu sebelum mengambil. Syukurlah tidak ada orang yang lewat depan apartemen. Siiiip…
Di Jepang itu, membuang sampah elektronik dan barang-barang besi lainnya yang melebihi ukuran tertentu dikenakan biaya lumayan mahal, jadi kami hanya tertarik dengan barang-barang kecil ato non besi karena membayangkan buangnya tar gimana. Kebiasaan konsumtif orang-orang Jepang juga menjadikan tempat sampah diisi dengan barang-barang bagus tapi ga up to date lagi. Memulung sampah bukanlah kriminal jadi oke-oke saja. Ga perlu beli panci baru dan timbangan badan. 
Semoga saja, tak ada anak seapartemen yang bisa bahasa Indonesia yang membaca blog ini,
.
Apr
9
Aku baru belajar, kalau kata Sensei dalam bahasa Jepang itu terdiri dari dua kanji. Kanji pertama berarti PRIORITY dan kedua berarti HIDUP. Jadi wajar Sensei di Jepang menjadi orang yang sangat diprioritaskan dalam dunia kehidupan pengajaran dan pendidikan. Filosofi tulisannya aja udah gitu. (CMIIW)

Opening Ceremony Stage
Opening Ceremony 5 April 2009 Nagoya University diadakan di Toyoda Auditorium yang letaknya persis di kampus Nagoya. Baca selengkapnya »