Oct
8
Minggu sore, aku menelepon seorang sahabat dalam kedukaannya melepas ayahanda ke pangkuan Bapa di sorga dan menjelang pernikahannya yang tinggal beberapa saat lagi.
Duka yang dalam terasa dalam setiap perkataannya. Aku menarik nafas untuk menyembunyikan tangisku yang mulai mengalir, mendengar semua uneg-unegnya. Untuk seorang perempuan seperti dia, yang begitu rapuh, pastilah sangat sulit untuk menghadapi kejadian seperti ini. Apalagi dia sangat dekat dengan ayahandanya itu.
Kucoba menghibur dia, meskipun ternyata kata terakhir yang dikeluarkannya “Aku tidak sanggup” membuatku patah arang. “Tuhan, kenapa dia begitu hancur?”. Janji ayahnya untuk melihat dia menikah tidak bisa ditepati. Aku yakin Tuhan punya alasan kenapa melakukan ini, dan aku tahu itulah hal yang terbaik baginya. Baca selengkapnya »
Sep
25
Apa masa kecilmu bahagia? Merasa lebih bahagia waktu kecil dibanding sekarang?
Aku punya banyak cerita tentang masa kecil. Tapi coba lihat pengalaman-pengalaman teman berikut ini, {P (pengalaman), A (Alasan) dan W (Waktu untuk mengingat)}:
Lasmaria Diani Shari
P: Yang paling indah tuh ga ada, coz semuanya indah. Tapi emang paling enak kalo lagi sakit, bokap nyokap yang biasanya galak berubah 180 derajat, kalo minta apa aja pasti dikasi, mau makan apa aja pasti dibeliin, kadang emang sengaja dibikin sakit biar dimanjaaaaa banget. Hahahahaha, kalo minta apa-apa sakit aja, pasti dikabulin.
Oiya, satu lagi, pas lagi kirim2an surat cinta… (masih kecil udah surat-suratan…
red.)
W: 2 menitan de, ga liat jam
Uuuu… kacian, sekarang kalo sakit nggak ada yang manjain, ketemunya aku doang
Baca selengkapnya »
Sep
9
Aku punya cerita…
Kemarin, sepulang dari menjemput ibu dan kakak aku menerima telepon dari Andi. Lamat-lamat dia menyampaikan berita duka, Pendi teman kami telah meninggal dunia. Cara meninggalnya pun terasa tidak wajar dan mengenaskan. Meninggal di usia muda.
Sejurus kemudian, detik-detik pembicaraan di telepon ini terasa lambat bergulir. Semua berputar kembali, kenangan yang pernah kutanam dalam hatiku, kututup buku dan kubasuh setiap saat agar tidak menimbulkan penyakit dan irisan baru, mengiang.
*****
“Maafkanlah aku, berikan kesempatan sekali lagi…”
“kesekian kalinya?”
“iyaa…”
“Gak! Cukup sudah!” Baca selengkapnya »
Aug
31
Aku benar-benar tidak menyangka bakal begini.
Aku tahu sangat sakit mengetahui orang-orang terdekat tidak ada di samping saat berduka. Jangankan berada di samping, menunjukkan simpati pun tidak, sekedar sms atau telepon pun tidak. Pasti sangat menyakitkan.
Aku telah menyakiti seseorang dengan keegoisanku. Baca selengkapnya »
Aug
19
Pengennya sih buat artikel “Withri Saragih” waktu dia ultah di bulan April, tapi apa hendak dikata, kesibukan jualah yang membuatku tak sempat (bilang aja lupa Ren…) menulis tentangnya. Jadi deh menulis ini pada tanggal ini, sekalian ingin menunjukkan kesan bahwa aku menyayanginya seolah hadiah ulang tahun yang istimewa. Baca selengkapnya »