Aku dan Berita Kelahiran

Sebenarnya pengen cerita tentang perjalanan ke Tokyo, tapi ada sebuah perenungan yang muncul mendadak. Aku mengetahui berita kelahiran ini dari Facebook. Thanks to Facebook.

Sepulang dari opening ceremony pagi tadi, yang ternyata bahasa jepang sepanjang upacara, aku dan teman-teman yang masih lelah karena baru pulang dari Tokyo semalam, berencana tidur sesampai apartemen. Tapi karena kebisaan buruk aku pun membuka Facebook sebelum tidur. Berita ini terlihat di update terakhir: “We are proudly present you baby boy Tarigan Jr. weigth 3,5 kgs and 50 cm, born in RS Sri Ratu Mdn on 5.4.09,at 2.25 AM. Yippie… Thanx for the prayer,uncle and aunty!:D

Aku terharu, senang dan bersyukur atas lahirnya bayi Withri dan Daniel Tarigan dengan selamat. Wah, aku nggak tahan pengen melihat seperti apa bayinya, mirip bapak atau ibunya, pipinya tembem apa nggak, warna kulitnya merah, putih, itam atau kuning, matanya besar, cipit atau masih belum bisa diperbandingkan, ibunya udah gimana dst. karena kedua orangtua baru ini adalah teman dekatku dan ibunya adalah eks roommate ku.

Tapi ada perasaan lain yang menyembul: aku merasa “ingin memiliki” juga. Kata temanku “iri mode: on”. Baca selengkapnya »

Renaldy Rembrandt

Periang, ramah, bocor, pekerja keras (kalo lagi mau), seniman, penyanyi, ga tau malu, terlahir separuh batak dan kadang menyesal terlahir demikian. Sebut saja dia “Rere”.

Ntah kenapa garis kehidupan mempertemukan kami di STAN tahun 2002. Aku menjadi pewawancaranya ketika Rere mendaftar ulang masuk STAN. Ngakunya suka menggambar komik, jadi kusuruh dia menggambar sembari kuwawancara.

Anak ini terbilang unik di antara sesamanya dan garis kehidupan kembali membuat kami bertemu. Tahun 2003, kutawarkan suatu posisi penting di kepengurusan PMK, bidang Ibadah. Bidang ini menurutku sangat penting, meskipun bidang lain sama pentingnya, karena peranannya bisa menyebabkan semua ibadah jadi berantakan, halah ;) . Ya iyalah, namanya juga bidang ibadah. Tidak bermaksud mengecilkan bidang lain. Baca selengkapnya »

Hari Terakhir

Sudah berapa harikah aku tidak menulis di blog ini? Hampir 10 hari. Itu rekor baru aku bisa menahan diri tidak menulis.

Hari ini adalah hari terakhirku masuk kantor sebelum pulang cuti menikah. Jadi mungkin selama aku pulang, aku tidak akan menulis. Apalagi mengingat kesibukan yang akan kuhadapi untuk persiapan menikah. I’m getting married.

Pernikahan memang baru bagiku, tapi tidak cukup membuatku excited. Mungkin karena terlalu kelelahan dengan persiapan tetek bengeknya. Hem, yang pasti hari ini aku akan pulang dan besok aku bertemu dengan keluargaku di Kabanjahe.

Di hari terakhirku, aku ingin sekali memberi ucapan terima kasih pada beberapa teman yang sudah membantuku dalam persiapanku menuju pernikahanku akhir bulan Desember ini. Baca selengkapnya »

Lasmaria Diani Sari

LasmariaSiapa dia? Dia adalah temanku sekost selama (menggaruk dagu sambil menghitung) 5 tahun lebih. Ajaib memang, kenapa kami begitu dekat padahal sebenarnya kami berdua memiliki kebiasaan dan tipe yang berbeda.

Lasma yang awalnya tertutup menjadi lebih terbuka selama 3 (tiga) tahun belakangan. Dulu waktu dia masuk STAN (kampus kami) tahun pertama, kesannya tertutup banget. Dia menyisihkan hampir seluruh waktunya di kamar entah buat apa.

Kalau sekarang, hmmm… Lasma mulai menunjukkan keasliannya, :) . Sebenarnya orangnya easy going, humoris dengan caranya sendiri, super cuek, dan ketika dibutuhkan dia juga bisa berubah perhatian. Baca selengkapnya »

Rini Maretta Sinulingga

Rini Maretta SinulinggaApa yang paling kukagumi dari seorang Rini Maretta?

Cakep? Ya iyalah. Rini kan salah satu temanku yang cantik di SMA dulu. Aku bahkan sempat cemburu karena menduga dia dekat dengan pacarku dulu. Maklumlah aku tergolong posesif, dan di saat itulah aku menyadari kalau aku memiliki darah posesif yang cukup kental, :))

Rini adalah seorang perempuan dengan sosok anggun, keibuan dan sangat feminim. Itu tuh yang tidak kumiliki, tapi aku bersyukur tidak sama persis karena kami makin kompak dengan perbedaan itu. Di balik sosok anggun yang kukatakan tadi, ada satu semangat yang meletup-letup, biasanya terwujud dalam tata bahasa seperti kicauan burung. (halah, bahasa yang terlalu puitis)

Keterlibatan kami di organsisasi pemuda gereja (PERMATA=Persadan Man Anak Gerejanta GBKP) mempertemukan kami berdua juga teman-teman lain. Kalau ingat semua kenangan itu, aku bisa meneteskan air mata saking senang, sedih dan perasaan teraduk lain. Baca selengkapnya »

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!