Ego II

Kupandang dirimu di kejauhan, hatiku miris, perih dan aku kalah.
Aku kalah dengan perasaanku sendiri. Sejujurnya, air mata tak berarti apa-apa, melegakan pun tidak, tapi hanya sekedar simbol kekalahanku.
Itu awal 2003.

Kutemui kembali dirimu Natal itu dengan perasaan gamang luar biasa. Tak kuasa menahan isi hati yang sudah kututup rapat hampir setahun. Menahan nafas dan mencoba tersenyum. Sulit menyembunyikan luka lama. Baca selengkapnya »

Ego

Tahun-tahun lalu yang kusesalkan tak mungkin lenyap begitu saja dari ingatan. Sekalipun aku melangkah sejuta jarak dari itu semua.

Ketika kucoba menghapus bayangmu dari hatiku, sebenarnya aku tidak sedang melakukannya, aku berbohong. Bohong pada semua orang bahkan pada diriku sendiri. Sampai sekarang wajahmu dan setiap gerakanmu masih ada di pikiranku, meskipun bertahun-tahun silam.

Ketika kudengar kau akan melangsungkan pernikahanmu, aku goncang. Mengingat janjimu dulu, aku merasa dibohongi olehmu, yang menurutku tidak mungkin dilakukan oleh malaikat sepertimu. Aku sangat terlalu mengagumimu. Kau sosok yang sangat sempurna untukku. Jangan rusak citramu di mataku. Baca selengkapnya »

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!