Dec
24
Tiga hari yang lalu, tepatnya jam 2 dini hari, Pasar Kabanjahe yang biasanya kami sebut dengan Pajak Kabanjahe kotaku terbakar. Rasanya agak janggal, pasar yang tidak dihuni pada malam hari itu bisa terbakar sampe 1000-an kios di waktu-waktu orang sedang terlelap. Apa yang membuatnya terbakar ya? Biarlah yang berwajib yang mengungkapnya.
Pasar ini sudah ada sejak aku kecil di sana. Pasar ini juga merupakan bagian sejarah hidupku dan Kabanjahe. Banyak orang kehilangan kios berikut barang-barangnya.
Aku sempat mengambil foto pasar Kabanjahe ketika pulang ke sana dan berbelanja pakaian tanggal 13 – 17 Desember 2008.



Nov
20
1. Indonesia-Japan Expo
Tempat : JIEXPO, Kemayoran, Jakarta
Waktu : 1 – 9 November 2008
Uang masuk: Rp 10.000/orang
Cocok buat orang yang tertarik kebudayaan Jepang atau anak sastra Jepang atau seseorang yang ingin pergi ke Jepang seperti aku, jadi ga penasaran banget gitu, atau hanya buat cuci mata.
Dalam rangka memperingati Golden year of friendship Indonesia Japan, maka pameran ini pun diadakan. Aku mengunjungi pameran ini tanggal 8 November 2008. Sayang sekali, Robot yang sangat ingin kulihat tidak dipamerakan hari itu. Tapi aku ga berkecil hati, karena masih bisa berkeliling melihat-lihat budaya Jepang yang memang sangat kuminati.
Mungkin karena malam minggu dan hari hujan, pengunjung berdatangan lebih banyak lagi menjelang malam. Baca selengkapnya »
Nov
11
Diambil dari milis, sebagai informasi kita bersama. Semoga dapat membantu.
Jika kita ingin menghindarkan beberapa produk makanan atau susu dari negara tertentu, kita bisa memakai informasi bar code-nya meskipun tanpa tulisan “made-in” negara tersebut. Misalnya akhir-akhir ini kita memperoleh informasi tentang makanan atau susu atau mainan China atau Taiwan yang berbahaya karena mengandung melamin atau zat berbahaya lainnya.
Berikut adalah dua-tiga angka awal bar code yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi negara produsennya.
690-692: China
471: Taiwan
00-13: USA & Canada Baca selengkapnya »
Jul
10
Tolong maklum tulisan ini dibuat ketika aku sangat buntu dengan persiapan TOEFL IBT yang akan diadakan Sabtu ini, 12 Juli 2008. Ntah kenapa penyakit STAN ku, kebut semalam, kambuh dengan sekenanya. Jadilah gosip ringan ini menjadi bahan pembicaraan.
Jangan berharap gosip tentang Ibu Sri Mulyani ini tentang perekonomian atau kawan-kawannya. Aku sedang tidak ingin berpikir, berbicara, menulis tentang ekonomi, uang atau akuntansi apalagi pajak.
Tadi baru browsing-browsing dan nonton TV, rasanya ada yang aneh pada Ibu Menteri Keuangan kita ini. Apa yaaa… hmmm…
Ahha, Ibu Menkeu kok kurusan ya…
hihihihi…
Pusing harga BBM kali, atau stress ngurusin dua posisi sekaligus?
Terlepas dari ketidaksukaanku akan keputusan-keputusannya yang kontroversial seperti membuat STAN jadi berbayar (kayak kartu GSM aja ya) dan lain-lain, aku mengaguminya juga dalam hal kekerasan hatinya menaikkan harga BBM, dan kerja kerasnya di kabinet (ga ongkang-ongkang kaki doang gitu), sampai-sampai dia dinobatkan menjadi Menkeu terbaik, cewe pula. Keren ga tuh? Waaah… kagum.
Apalagi sekarang ibu kurusan, bagi-bagi resep dong Bu caranya kurusan. 
Jun
27
Kecewa melihat keadaan negara yang morat-marit, aku berusaha menganalisis kejadian-kejadian terakhir di Indonesia dengan caraku sendiri di sini. Ini hanyalah sebuah pendapat pribadi.
Pagi-pagi kubuka laptop dan langsung on-line untuk membaca berita di detik.com. Miris campur heran membaca berita teratas di situ. Demo “mahasiswa” anarkis di Sudirman dan beberapa tempat lainnya menghiasi hampir sehalaman penuh detik.com. Mahasiswa kuberi tanda petik karena saking tidak percayanya. Pertama, benar nggak sih mereka itu mahasiswa? Kalau benar, aku sebagai mantan mahasiswa yang baru saja lulus patut mengatakan “Malu dong mahasiswa! Kalau kalian benar-benar membela rakyat, tolong jangan buat susah rakyat dengan kemacetan dan rasa takut atau ketidaknyamanan”. Kalian sebagai kaum intelektual harusnya menyumbangkan pikiran bagaimana pemecahan logis atas ketimpangan APBN sekarang ini, bukan hanya tuntutan-tuntutan.
Tapi, masalahnya adalah “benarkah mereka mahasiswa yang asli?”. Aku curiga kalau mereka itu adalah orang-orang tunggangan, yang dibayar sejumlah uang untuk makan sehari dan rokok, mengenakan jas almamater sebagai samaran, untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (tujuan sang penunggang tentunya). Mereka bilang itu permainan politik menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden 2009. Politik apa itu? Aku nggak pernah dengar jenis politik begitu. Baca selengkapnya »