Pantai Petitenget (D-3)

Lompat Indah @Petitenget Beach

Lompat Indah @Petitenget Beach

Pantai ini juga kami temukan tanpa sengaja dalam pencarian pantai lain. Pantai ini sering digunakan buat acara keagamaan, sehingga di areal tertentu tidak diperkenankan berjemur dan berenang. Akhirnya kami memutuskan berfoto-foto dan berbasah-basah kaki sedikit di situ.

My Hubby @Petitenget Beach

My Hubby @Petitenget Beach

Di tepi pantai yang lumayan tenang ini, ada restoran kecil. Tiga orang bule sedang asik makan dan minum di situ sambil berbincang-bincang. Ternyata ketiganya bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Terlihat ketika ada pedagang souvenir lewat dan menawarkan barangnya.

Loncat Indah @Petitenget Beach

Loncat Indah @Petitenget Beach

Sekalian membersihkan diri dari pasir pantai, kami memesan soto, jus dan banana split (total sekitar Rp 100.000). Banana Split-nya enak, lebih enak dari Pizza Hut punya, atau mungkin dipengaruhi laparku.

Banana Split @Petitenget Beach

Banana Split @Petitenget Beach

TOTAL BIAYA Rp 100.000 saja.

Geger Beach (D-2)

Kami tidak tahu bagaimana ceritanya. Hari kedua di Bali, kami dengan motor matik menempuh jalan-jalan kecil Bali, tiba di pantai ini (Geger Beach). Di pintu masuk (ga ada gerbangnya sama sekali) kami diminta untuk membayar Rp 1.000/orang. Pasirnya tebal dan sulit untuk memarkirkan motornya.

Me @Geger Beach

Me @Geger Beach

Di Geger Beach ini kami menemukan bule-bule yang sedang berjemur, minus wisatawan lokal. Pemandangan dan suasananya berbeda jauh dari Kuta yang ramai. Yang kami lakukan di pantai ini hanya makan dan foto-foto, berhubung outfit yang kurang cocok buat ke pantai.

My Hubby @Geger Beach

My Hubby @Geger Beach

Makanan di sini super duper mahal, gileee. Minuman harganya kalo aku tak salah ingat sekitar Rp 35.000 untuk fruit punch, padahal rasanya ga ngerti. Kami juga memesan kentang goreng porsi kecil dengan harga Rp 50.000.

Me & My Hubby @Geger Beach

Me & My Hubby @Geger Beach

Sepulang dari Geger Beach, kami mencoba melihat hasil foto yang kami ambil dan walllaaaa… pantainya memang cantik. ;)

Daftar Biaya

Uang masuk Rp 2.000 (2 orang)
Fruit Punch Rp 35.000
Kentang Goreng Rp 50.000
Bensin Rp 10.000

TOTAL berdua Rp 97.000

Garuda Wisnu Kencana (D-2)

Garuda Wisnu Kencana

Garuda Wisnu Kencana

Kami sudah kali kedua mengunjungi tempat wisata ini. Kunjungan pertama, seorang teman asli Bali menemani kami. Saat itu, kami langsung jatuh cinta dengan karya tangan dari logam itu. Aku kagum lebih karena ukurannya yang besar dan logam yang terkesan bukan logam tapi batu. Sayang, potongan-potongan patung itu belum disatukan sampai sekarang. Tangannya masih jauh dari badannya dan burung tunggangannya.

GWK

GWK

Nah, kali kunjungan kedua ini kami mencoba nekat sendiri tanpa bantuan siapa-siapa ke sana. Dengan mengendarai motor matik yang terhitung terlalu kecil untuk badan kami yang besar, kami mendaki menuju GWK. Kami menyempatkan diri berfoto di gedung pertunjukkan yang ditelantarkan di jalan menuju GWK itu. Lumayanlah buat mengenang bentuk-bentuknya.

Garuda Wisnu Kencana (burung tunggangan)

Garuda Wisnu Kencana (burung tunggangan)

Setelah memarkirkan motor, kami berjalan kaki ke puncak tertinggi tempat wisata ini, meskipun sebenarnya bisa saja masuk dari pintu gerbang dekat parkir motor. Melelahkan tapi menyenangkan, itulah kesan yang kami dapat.

Puas berfoto-foto, kami mulai lelah dan haus. Kebetulan saat itu bulan puasa, jadi kami agak sungkan memesan makanan. Tapi karena sudah tak tertahan rasa lapar dan hausnya, akhirnya kami memesan makanan.

Warung Jajanan GWK

Warung Jajanan GWK

Agak kaget juga ketika melihat masakan yang ada di menu semuanya masakan sunda. Ini Bandung apa Bali sih? Si abang iseng-iseng memanggil mas-mas di situ dengan “Aaa” dan bukan “Bli”, mereka menoleh. :D Di GWK kami menemukan makanan dengan harga murah dan enak.

Jalan Keluar GWK

Jalan Keluar GWK

Jalan keluar yang kami tempuh harus melalui toko souvenir. Kami membeli satu kaos hitam GWK dengan tulisan emas. Lumayan cantik dengan harga Rp 80.000 untuk ukuran XL. Harga-harga di toko souvenir ini hampir sama dengan toko souvenir di dekat Kuta.

Daftar Biaya
Tiket Masuk Rp 25.000/orang
Tiket Motor Rp 5.000/motor
Makan Siang (Nasi Goreng) Rp 25.000
Es Kelapa Rp 10.000
Ice Cone Rp 5.000
Kaos Rp 80.000
Bensin Rp 10.000

TOTAL (2 orang): Rp 220.000 (2 tiket, 2 nasi goreng dan 2 es kelapa)

Tips Mengeskplor Bali

Tanah Lot

Tanah Lot

Siapa bilang negara kita tidak cantik. Indonesia itu indah, lebih dari negara lain yang kukunjungi atau kulihat di media massa sebelumnya.

Berbekalkan peta cetakan Periplus, kami mengarungi Bali pada kunjungan kedua ini. Hasilnya lumayan asik. Hari pertama kami mencoba menyewa motor roda dua dan berhasil kesasar ke pantai yang asik punya. Hari kedua, tetap nekat menyewa motor dan mendaki menuju GWK (Garuda Wisnu Kencana). Kasian motor matiknya, karena harus menampung dua bodi yang tidak terlalu ramping. Hari ketiga, nyerah menyewa motor roda dua, kami pun mencoba menyewa mobil. Kali ini jiwa petualang kami dapat dipuaskan sampai Ubud dan Tabanan.

Perjalanan ini bisa ditiru bahkan oleh pemula sekalipun. Kalian bisa coba dengan tips-tips sederhana berikut.

1. Waktu Kunjungan
Sebaiknya dipilih waktu yang tidak bertepatan dengan hari libur/hari besar di Indonesia. Memang, kita juga akan kehilangan momen untuk melihat banyak pertunjukkan, tapi jika tujuan kita mengeksplor Bali, ada baiknya pilih saja hari yang sepi. Kemarin kami pergi kesana sebelum hari libur menjelang lebaran. Keuntungan yang didapatkan, belanja juga bisa murah, hotel tarifnya ga terlalu mahal, begitu juga dengan tiket pesawat.

2. Tiket Pesawat
Logo AirAsia Sepertinya AirAsia merupakan penyedia tiket termurah sekarang ini, tapi mungkin juga diperoleh dari promo-promo perusahaan penerbangan lain.

3. Peta
Bawa peta Periplus, yang buku sepertinya lebih baik, tapi peta Periplus yang selembar besar itu juga boleh. Harganya berkisar Rp 100.000. Peta lain kurang bisa diandalkan. Kami membeli banyak tipe peta dan kecewa karena cukup menyesatkan atau mungkin karena belum di-update.

Oh ya, hampir lupa. Jangan lupa membawa kompas. Tanpa kompas, membaca peta akan terasa lebih sulit.

4. Hotel
Baca selengkapnya »

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!