Dec
10
NATAL SEKOLAH MINGGU
GKI BINTARO UTAMA
“Yesus Datang Untuk Siapa?”
Pulau Situ Gintung, 8 Desember 2008
Anak-anak sekolah minggu telah mengadakan latihan selama beberapa minggu. Aku sangat berterima kasih pada teman-teman Guru Sekolah Minggu yang sudah berlelah-lelah bekerja, karena sesungguhnya aku nggak mengambil bagian sebesar yang mereka lakukan.
Operet yang sempat menjadi dilema di rapat rapat natal melahirkan sebuah operet yang indah. Anak-anak itu menunjukkan talenta, kekocakan dan kepolosan mereka di atas panggung. Yang mengagumkan adalah ketika mereka mulai bisa memahami peranan mereka sendiri dan bagaimana menjadi bagian dari kelahiran Tuhan Yesus. Ada yang menjadi gembala, malaikat, Maria dan Yusuf, domba, Orang Majus, dan ada Bintang dan peranan lain juga.
Pagi-pagi, Natty yang mengkoordinatori Operet Natal sudah mendandani anak-anak sekolah minggu. Bisa kubayangkan kehebohan pagi itu. Peserta Operet berangkat sejam lebih pagi dari anak-anak lain.
Jam 08.00 pagi, seluruh anak berhasil diberangkatkan. Guru sekolah minggu sebagian tetap setia menunggu, barangkali ada yang terlambat karena sesuatu.

Mahen dan Dea memulai acara sekitar jam 09.15 WIB di Situ Gintung. Waktu ini terlambat 15 menit dari yang diperkirakan. Keduanya adalah MC yang kompak, membuat acara menjadi hangat.
Baca selengkapnya »
Dec
4
Pertama dengar ada donor di kantor itu tadi pagi dari Ibu Retta. Ibu ini sangat semangat untuk mengecap donor darah perdananya. Ntah angin dari mana, tapi sepanjang itu baik, aku tidak memberi komentar apa-apa atas keinginannya itu.
Dengan berat badan yang mencukupi (gemuk), aku percaya diri mendaftarkan diri dan mendapat nomor 23. Ini bukanlah donor pertamaku, jadi rasanya sudah lebih tenang. Syukurlah, antriannya cepat dibuka dan cepat bergulir. Kak Imel yang memang bersamaku tadi, sudah diperiksa dan pergi dari tempat periksa lebih cepat dari perkiraan. Dengan muka lesu dia berlalu dan berkata “Ditolak Ren”.
!0 menit berlalu, aku pun ke meja pemeriksaan dan diperiksa darahnya. Ibu PMI yang lumayan ramah ini pun menusukkan jarumnya dan waallllaaaa… “maaf, habe nya rendah bu, kita harus tolak”.
Sedikit sedih karena ditolak bercampur aduk dengan senang karena ga harus melihat jarum dan selang penuh darah itu.
Sekarang tahulah aku kenapa akhir-akhir ini bumi terlihat suka berputar sendiri alias puyeng-puyeng ga jelas. Haemoglobin rendah ternyata masalahnya. Sempat juga mengkambinghitamkan mata minus. Segera kucari di internet bagaimana cara menaikkan hb. Sate kambing, daun singkong dst… dst… dicatat. Tar malam, awas tu kambing-kambing, akan kusantap kalian. 
Dec
2
Banyak yang bilang, berurusan dengan PNS itu melelahkan dan berputar-putar. Mereka dididik birokrasi bertele-tele dan tak praktis. Tujuan dari birokrasi itu sendiri kadang kala sulit dipahami. Pengalamanku kali ini bertolak belakang dengan itu, oh, atau bisa dibilang membuktikan sebaliknya juga.
Kira-kira dua minggu lalu aku dimintai tolong ibuku yang sudah pensiun untuk menanyakan “Penghargaan akhir masa bakti” di Depdiknas Pusat di Jakarta. Ibuku pernah mengirimkan berkas ke Depdiknas di Kabupaten untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Berdasarkan surat pengantar, surat itu sudah diterima Propinsi. Setelah berselang setahun, penghargaan yang katanya dalam bentuk uang itu tak kunjung tiba di rekening beliau.
Sebenarnya jumlahnya tidak seberapa dibanding perjuangan mendapatkannya, tapi menurutku, ibu patut menerimanya. Dia sudah mengabdikan diri menjadi guru sampai dia berumur 60. Aku adalah salah satu murid didikannya dan aku bisa bilang aku adalah anak yang berhasil. Ge-er sedikitlah.
Akhirnya kutelpon bagian bersangkutan, Subdirektorat Herlambang, tah apa kepanjangannya. Seorang anak PKL mengangkat dan membantu sebisanya. Dia memintaku meninggalkan nama, NIP, nomor rekening ibu. Aku ga hapal, jadi kutelepon kembali ibu dan bagian itu 15 menit kemudian. Anak PKL tersebut memberikan teleponnya kepada seorang bapak yang sangat membantu. Dia mencatat dan memintaku meninggalkan nomor HP agar bisa ditelepon balik. Baca selengkapnya »
Nov
24
Pagi tadi aku terlambat mengejar kereta menuju kantor. Tapi beruntung, ada kereta kedua jurusan Depok yang masih mengantri berangkat. Hujan tidak bisa disalahkan atas keterlambatanku, meskipun kalau ditanya kenapa terlambat, aku akan menyebut dia sebagai biangnya.
Senin tidak semenyebalkan yang semua orang kira. Kereta yang kutumpangi berangkat dengan sedikit penumpang menuju Sudimara. Hujan belum reda juga, kabut menutupi kaca jendela dan pintu kereta, menghalangi pandanganku ke luar. Tapi aku tetap bisa menikmati pemandangan bernuansa kabur itu. Malahan, keadaan ini membuatku bersemangat, tetes-tetes air yang menghantam kaca jendela, orang-orang berlarian menuju stasiun untuk memimalisir air hujan yang mengguyur badan, anak-anak kecil penjual koran dan payungnya, udara dingin menusuk-nusuk memberi kesejukan dan jejak-jejak kaki di lantai kereta yang basah. Tenang, dingin dan menyenangkan.
Sebagian orang telah terlelap di sudut-sudut tempat duduk, menikmati udara dingin dan melanjutkan mimpi indah tadi malam sebelum turun dari kereta. Baca selengkapnya »
Nov
22
22 November 2008
Dimulai: 10.00 WIB
Uang Pendaftaran: Rp 50.000/orang

Keinginan besar untuk datang ke pesta blogger ini mendorong kami berdua nekat datang ke BPPT padahal belum reservasi tiket online sama sekali. Terlanjur membeli kaos juga semakin membuatku membara untuk mengunjungi pesta sekali setahun ini. Tema yang diangkat adalah “Blogging for society”.
Laporan pandangan mata ini dipersembahkan terutama buat Lasma yang sudah membelikan kaos tapi lupa mendaftar
. Thanks anyway. You inspired me for coming here.

22 November 2008
Pukul: 11.50
Sekarang sedang ada Pak Kusmayanto Kadiman (Menristek) yang sedang menyampaikan masukan-masukan di panggung, dimoderatori oleh Bang Enda Nasution. Baca selengkapnya »