Jan
25
Apa hubungan Jusuf Kalla dengan kereta? Memang sekilas terasa tak ada, tapi ini benar-benar berhubungan jika ingat kejadian kemarin sore di stasiun palmerah.
Kamu tau dong, kalo stasiun palmerah itu dekat dengan Manggala Wanabakti. Ceritanya dimulai dari waktu pulang kantor. Dengan semangat berkobar-kobar, seperti biasa, aku menaiki kopaja 86 yang super padat menuju stasiun. Sedikit heran juga stasiun sepi dari penumpang yang menunggu kereta. Asik… tampaknya aku kecepatan, jadi masih longgar.
Tapi kebanggaan itu tak bertahan lama. Pas mo beli tiket, kok tutup? Nanya informasi, katanya keretanya ANJLOK. Ya elah… nasib penumpang kereta. Baca selengkapnya »
Jan
23
20 Januari 2006 aku menghadiri perhelatan yang diadakan PMK-KMK STAN di gedung G (Wahono) Kampus Bintaro. Meskipun sedikit pegal sepulang dari seminar di Tanjung Duren, aku jabanin juga nih menghadirinya. Demi sebuah kata “rendezvous”. Saking cintanya dan saking kangennya.
Kunikmati setiap sudut ruangan gedung yang sudah termasuk tua itu. Baunya juga masih sama, bau kayu yang bercampur debu (penilaian subjektif, jadi mungkin hanya aku saja yang beranggapan begitu). Sekujur tubuh terasa dingin berada di sana kembali. Sudah sekitar 3 tahun aku meninggalkan pemandangan serupa ini. Baca selengkapnya »
Jan
19
Terlahir sebagai suku batak yang terbiasa terbuka dan to the point, aku sering dianggap pemarah dalam pergaulan. Aku sangat terheran-heran dengan anggapan itu.
Beberapa bulan lalu, atasanku, seorang ibu kepala seksi, membuat penilaian tentang kepribadianku untuk melengkapi dokumen lamaran strata dua. Sambil mengisi form lamaran itu, dia nyeletuk “emosi tidak stabil nih… kurang bisa menahan emosi, suka marah-marah, hehe”. Hah? Masa sih? Aku merasa ga pernah marah tu di sini, buat apa gitu? Tapi kubiarkan saja komentar itu berlalu, mungkin saja atasanku ini ga sadar ucapannya.
Gimana kalo aku benar-benar marah ya? Pingsan kali yeee… Baca selengkapnya »
Jan
16
Kenapa ketika bertemu anak-anak, hatiku langsung senang ya? Aku bertemu mereka minimal sekali seminggu yaitu di hari Minggu. Lainnya paling-paling melihat anak orang di jalan, kereta atau dimana-mana. Itulah yang membuatku semakin keukeuh di sekolah minggu. Memandang dan memperhatikan mereka membuatku merasa kecil kembali. Tanpa beban dan tanpa kebohongan apa-apa.

Natal di gerejaku GKI Bintaro Utama diadakan awal Desember 2006, mengingat banyaknya jemaat berasal dari STAN yang akan liburan tengah Desember. Sekolah Minggu tidak menyiapkan apa-apa untuk dipersembahkan, karena kami merasa anak-anak akan mengantuk jam-jam itu. Baca selengkapnya »
Jan
11
Hari ini beberapa kali kata “tolol” berkelebat di telingaku.
Pertama tadi pagi,
saat menaiki motor menuju stasiun kereta Ranji, kami berpapasan dengan seorang lelaki yang naik motor dari arah berlawanan. Dia menyerobot jalur kami untuk melewati mobil di depannya. Spontan sopir mobil di depan kami kaget dan marah, “eit, jangan asal nyerobot dong”, karena hampir saja dia menabrak motor nekat itu. Yang terjadi malah si pengendara motor ini marah “Lu tau ga, gue juga harus dihargai, mentang-mentang lu itu mobil sedan gue motor, lu marah. Tolol banget lu! Tolol ga mau ngalah!”. Wah… orang ini kok aneh, kasar banget, kan jelas-jelas dia menyerobot, kok malah marah gitu. Baca selengkapnya »