Feliz Cumpleaños

Sebuah renungan kecil menjelang ulang tahunku…
Beberapa dari beribu pertanyaan “kenapa?” yang pernah terpikirkan dalam hidupku

Suatu hari di tahun 1989
Karena penugasan bapak yang baru, kami harus pindah ke Kabanjahe. Hidup baru dan sekolah baru. Di sekolah baru, aku diejek dan dicap sebagai “anak kampung” yang terbelakang masuk kota. Tidak bisa kusalahkan juga, tapi aku bertanya “kenapa aku yang anak kampung harus direndahkan?”

Suatu saat di tahun 1990
Pengajaran yang seringkali berakhir dengan pukulan menambah tekanan. Aku termasuk siswa penerima pukulan terbanyak karena tidak bisa menghapal perkalian dan banyak kesalahan lainnya. Aku pun bertanya “kenapa aku bodoh?”

1996 Class

1996 Class

Suatu saat di tahun 1996
Aku berjuang menghadapi kenyataan dan Tuhan memberiku kesempatan bertemu seorang guru matematika yang memperkenalkan metode baru. Metode yang sangat kusukai karena ketidaksukaanku pada metode sebelumnya. Coba saja tidak ada metode lama itu, mungkin saja aku menganggap remeh metode baru ini.

Itu pertanyaan di waktu aku anak-anak, kujalani tanpa kutahu bahwa itu adalah serangkaian cerita, questions and answers.

Suatu hari di tahun 1996
Mamak mengajariku naik sepeda. Aku malu, “masakan sudah kelas 6 masih belajar sepeda” dan aku berontak di saat aku malu. Dalam hati aku bertanya “kenapa harus belajar sepeda, kalau sudah ada motor dan mobil?” tanpa mengerti kalo sepeda itu adalah dasar keseimbangan untuk motor.

Tak perlu kuberitahu, semua orang tahu kalau aku sering bersepeda sekarang dan ternyata, bersepeda memberiku semangat baru di saat-saat lelah.

Suatu hari di tahun 1997
Bapak memintaku menjadi “tukang ketik pribadi”-nya. Aku bingung “kenapa harus belajar mengetik, siapa juga yang akan mengetik dengan mesin manual itu di masa depan?”. Dengan sedikit terpaksa aku mengikuti kursus 10 jari dengan mesin ketik manual yang sempat membuat kelingkingku sedikit membengkak akibat dominasi huruf a dalam bahasa Indonesia sementara mesin ketik bukan ala Indonesia.

Siapa sangka, di tahun 2008 aku terselamatkan beberapa kali dari sergahan bos di kantor karena posisi seorang tukang ketik (dadakan) yang aman di ruangan rapat.

Siapa sangka juga, aku sangat terbantu dengan keterampilan ini saat mengerjakan paper, presentasi dan mengerjakan test writing TOEFL, padahal bekalku tak seberapa.

Suatu hari di tahun 1999
Aku terduduk lemas ketika ibu menetapkan pilihan kalau aku harus meneruskan sekolah ke STAN, yang sampai tanggal keberangkatanku aku masih mengenal STAN sebagai Sekolah Tinggi Administrasi Negara. Kutinggalkan mimpiku menjadi mahasiswa di universitas normal dengan anggapan STAN itu tidak normal. Pertanyaan berikutnya “kenapa aku harus mengikuti keinginan mamak dan masuk sekolah ini?”.

Aku punya banyak jawaban untuk pertanyaan kenapa yang satu ini. Terlalu banyak untuk diceritakan di sini.
Aku paham sekarang kalau cerita hidup kita itu seperti pertanyaan dan jawaban. Tapi aku akan mengganti pertanyaan kenapa dengan apa? Apa rencanaMu selanjutnya?

Sekali, waktu SMP, aku bertanya pada mamak dan bapak sepulang sekolah sambil menangis “mak, kenapa teman yang nyontek jawabanku malah dapat nilai lebih tinggi?”. Saat itu aku hanya sanggup menjawab 5 pertanyaan dari 10, a.k.a. “nilai merah”. Mamak tersenyum dan mengatakan dengan bijaksana “Adi nggo galang kam pagi, tulihkenndu ku pudi, kerinana bagi kaset si iputar, tawa nari ngenca si tading” (Kalau kamu dewasa nanti, ketika kamu melihat ke belakang, semuanya seperti kaset yang diputar kembali dan hanya tawa yang tersisa ketika menontonnya). Tah kenapa, kata-kata itu terus terulang di kepalaku di saat aku mulai bertanya-tanya kenapa.

Sekarang, masih banyak pertanyaan-pertanyaan “kenapa” timbul di keseharianku. Tapi pertanyaan itu ingin menegaskan bahwa aku ingin tahu, apa rencana Tuhan selanjutnya.

Tuhan tidak menjanjikan hari-hari yang cerah, tapi Dia menjanjikan kekuatan untuk menghadapi kehidupanku.

Related posts

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!

1 Comment so far

Leave a comment Subscribe to Comments RSS Trackback this entry

  1. rerere

    August 20, 2009 10:41 pm

    INSPIRING… -roeper & ebert

Leave a Reply

Gravatar: Kamu bisa menampilkan foto kamu di sebelah komentar kamu dengan membaca panduan ini.

PERHATIAN! Setiap komentar ngasal yang tidak mencantumkan alamat email asli/aktif akan langsung dihapus tanpa ditampilkan terlebih dahulu.

:) :( :d :"> :(( *:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »