Mulung

Wah… Hisashiburi (lama tak bertemu)…

Kesibukan kuliah mulai merajalela sekarang, dan kadang kepala ini tidak bisa diajak menulis yang lain-lain selain setumpuk PR.

Ada kejadian menarik hari ini, jadi pengen cerita sedikit. Tadi sepulang kuliah siang, aku dan temanku memandang tempat sampah apartemen kami yang biasanya sudah kosong kalau siang. Kali ini ada beberapa sampah di sana, dengan bungkus merah. Plastik merah berarti sampah dapur dan sampah basah yang memang dijadwalkan untuk dibuang setiap Hari Selasa. Tapi kenapa tidak diangkat? Jelas saja, karena isinya bukan sampah basah, tapi timbangan, futon (selimut dan kasur Jepang), sendok, panci-panci dkk. Hm… sebenarnya sampah itu dari kemaren di situ, tapi keberanian untuk memulung baru datang sekarang. Kami langsung aja memulungnya, memilah dan memilih, ;) . Malu juga, jadi celingak celinguk dulu sebelum mengambil. Syukurlah tidak ada orang yang lewat depan apartemen. Siiiip…

Di Jepang itu, membuang sampah elektronik dan barang-barang besi lainnya yang melebihi ukuran tertentu dikenakan biaya lumayan mahal, jadi kami hanya tertarik dengan barang-barang kecil ato non besi karena membayangkan buangnya tar gimana. Kebiasaan konsumtif orang-orang Jepang juga menjadikan tempat sampah diisi dengan barang-barang bagus tapi ga up to date lagi. Memulung sampah bukanlah kriminal jadi oke-oke saja. Ga perlu beli panci baru dan timbangan badan. :p

Semoga saja, tak ada anak seapartemen yang bisa bahasa Indonesia yang membaca blog ini, :D.

Swine Flu

Keadaan Nagoya saat berita Swine Flu menyebar.

Pihak Universitas mengeluarkan “Urgent Notice regarding New Type of Influenza” untuk mewanti-wanti mahasiswa berhati-hati dan mengurangi perjalanan atau membatalkan semua perjalanan ke luar negeri. Jika terlanjur, sebaiknya tetap di rumah dan tidak ke kampus selama 10 hari. Hm…

Masker yang diklaim bisa memblokir penyebaran flu habis terjual di apotik-apotik.

Disarankan untuk mengumpulkan bahan makanan untuk seminggu ini (golden week), kalau-kalau penyebarannya sampai di Jepang, kampus akan ditutup sementara dan setiap mahasiswa diharap tetap tinggal di rumah.

Sesampai di depan laptop aku penasaran langsung browsing, sampai dimana penyebaran swine flu ini, bagaimana caranya karena aku jadi ikutan kwatir. Dulu sepertinya orang-orang santai aja di Indonesia pas Avian Flu menyebar, tapi kok waktu Swine Flu reaksinya lebih parah. Ternyata yang berbeda adalah “Cara menanggapi antara orang di Jepang dan di Indonesia”. Kata salah seorang temanku, di sini orang-orang rentan terkena flu, jadi lebih berhati-hati. Wah, aku juga akan berhati-hati. Sepertinya hari ini perlu berbelanja untuk seminggu nih. :p Ide bagus.

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!