Have You Ever Been Drunk?
Siang itu kami memulai pelajaran bahasa Jepang di ruangan kongkow di kampus. Kami harus memilih tempat itu, karena studying room hanya boleh dipake buat belajar, dan ga boleh dipake buat ngobrol. Padahal kan belajar bahasa itu ya harus ngobrol.
Teman Jepangku ini orangnya modern dan sudah melanglang buana ke beberapa belahan dunia, jadi ga canggung diajak bahasa Inggris bahkan menggosip. Dia sih cowo, tapi kalo nggosip bisa rame juga. Pengalamannya yang seabrek-abrek membuatku semakin mengagumi sisinya yang satu itu.
Kesan pertama mengatakan dia linguistik sejati a.k.a. belajar bahasanya gila bener, hebat. Aku mengucapkan dua patah kata bahasa Indonesia, sampe sekarang ditanya dia masih ingat. Sementara, aku diajarin bahasa Jepang berulang-ulang, pasti lupa tiga hari kemudian (waktu maksimum). Dia masih muda, bersemangat dan tidak terpikir menikah. Tidak mau memeluk suatu agama apa pun karena menurutnya agama hanya membawa petaka. Hm… pandangan yang aneh, tapi bagiku setiap orang memiliki kehendak bebas yang tidak bisa dipaksakan.
Dia kaget setengah mati ketika aku mengatakan aku beragama Kristen. Wow, what’s about that? katanya dengan mimik kaget. Ya, dekat dengan Tuhan membuatmu tahu kemana harus melangkah. Dia tersenyum, dan mengatakan padaku. “Aku tahu harus kemana melangkah”. Aku pun hanya menjawab “But maybe, you didn’t get the best part of it” santai. Dia tersenyum lagi, berkelakar dan memaparkan pandangannya bahwa agama membawa petaka. Terlalu banyak yang bisa dijadikan alasan untuk itu. Perang Israel Palestina, bom Bali, embargo negara-negara adikuasa, dst.
Terlepas dari itu, kami tiba ke suatu pertanyaan menarik yang disampaikannya padaku “Have you ever been drunk?”. Kali ini aku yang kaget “No, off course”. Dia membelalakkan matanya yang sipit meskipun hasilnya tidak seperti yang kubayangkan, tetap aja sipit,
. “It’s a wonderful experience, do you want to try?”. Gile juga nih orang. Nyentuh whiskey aja kagak pernah, malah ditawarin lagi. “Um, I don’t drink”.
Asik juga berteman dengan orang yang jauh berbeda, tapi hati-hati terpengaruh dan terbawa arus yang tidak sesuai dengan kita.



Add to del.icio.us