Musicademia 2008

Sedikit kecewa dengan panitia penjualan tiket Musicademia.

Aku baru tahu kemaren sore (28 Oktober 2008) tentang Musicademia yang akan diadakan malam hari ini, 29 Oktober 2008 jam setengah delapan malam nanti. Setelah tahu, segera kutelepon seorang panitia yang namanya dimuat di website sebagai contact person buat tiket. Menurut beliau, tiket habis terjual dan besok sore (hari ini) sebelum konser akan dijual kembali. Baca selengkapnya »

SMUNSAKA 2008

Inilah SMU ku dulu, tempat aku berteman, bertumbuh dalam pengetahuan, jatuh cinta dan patah hati. SMU Negeri 1 Kabanjahe. Foto ini diambil oleh kak Dewi Mutiara Kaban. Terima kasih buat foto-foto cantiknya dan izin untuk menyuntingnya di blog ini.

Pintu Masuk

Pintu Masuk

Baca selengkapnya »

Hadiah Hiburan dari Tuhan

Menimbang, menyatakan dan menjatuhkan pilihan pada Nagoya University.

Sekitar enam bulan lalu, aku melamar Waseda untuk berangkat lebih awal. Lamaranku tidak diterima dan tentu saja aku sedih. Kegagalan ini membuatku semakin berkeinginan ke Waseda, dendam ingin membuktikan kebolehan. ;)

Pagi itu, ketika kutelepon seorang panitia beasiswa, dia membenarkan kalau aku tidak diterima. Aku pun lunglai, duduk di atas lantai lorong asrama kami, berdoa itu tidak benar. Sedikit rasa berontak, protes pada Tuhan, kenapa Tuhan? Aku anak baik yang selalu melaksanakan tugas (kalau diingat-ingat sih nggak selalu). Baca selengkapnya »

Review Film-Film

Film-Film berikut adalah film yang kutonton sekitar sebulan terakhir ini.


LASKAR PELANGI

Sutradara: Riri Riza
Pemain: Cut Mini, Ikranagara, Tora Sudiro, Slamet Rahardjo, Ario Bayu, Rieke Diah Pitaloka, Lukman Sardi
Novel Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata
Durasi: 125 min
SEMUA UMUR

Film penuh makna yang diangkat dari novel “Laskar Pelangi” ini berhasil meraih perhatian bangsa Indonesia. Sukses besar!

Mengusung kehidupan anak miskin dari Bitong yang sulit mendapatkan pendidikan. Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara) adalah guru penuh pengabdian yang mengajarkan banyak hal kepada mereka sampai akhirnya mereka menamatkan SD-nya dan meraih cita-cita menuju sukses.

Film ini berhasil membuatku terkesima. Tidak seperti film Indonesia lain yang diangkat dari novel, film ini jauh dari kata mengecewakan dibandingkan ketika kita membaca novelnya, malah bisa dibilang sangat bagus.

Semangat yang ditebarkan oleh film ini benar-benar menggugah kita sebagai bangsa Indonesia yang terkadang miskin di tengah-tengah tanah air yang kaya.

Bagian yang sangat kusuka: Ketika Lintang (Ferdian) harus meninggalkan sekolah karena ayahnya meninggal di laut dan dia harus mengurus adik-adiknya. Adegan ini sangat menyentuh.

Bagian yang terlucu: Membaca mantera dari dukun bersama-sama. “Kalo mau pintar ya belajar, kalo mau sukses ya usaha” (Bagi yang belum membaca novelnya pasti terasa lebih lucu lagi).

Bagian yang kurang kusuka: -


RESCUE DAWN

Sutradara: Werner Herzog
Pemain: Christian Bale, Steve Zahn, Jeremy Davies, Marshall Bell
Durasi: 120 menit
DEWASA

Rescue Dawn adalah yang film yang begitu-begitu saja tapi menegangkan. Diangkat dari kisah nyata, film ini menceritakan seorang pilot yang tertangkap dan menjadi sandera gerilya Vietkong (Vietnam). Dieter Dengler (Christian Bale) dengan teman-temannya menyusun strategi melarikan diri dari lokasi penyanderaan di tengah hutan.

Konflik, penghianatan dan kerja sama ditonjolkan dalam hari H pelaksanaan rencana mereka. Di sinilah saat-saat paling menegangkan. Karena penghianatan, Denger dan seorang temannya harus berkaki telanjang menyusuri hutan.

Bagian yang paling berkesan: Hujan deras yang diiringi oleh longsor membuat nasi yang sudah dikumpulkan berhari-hari lenyap. Padahal nasi itu dikumpulkan dalam satu tempat (disekat) dengan kotoran supaya lewat dari pemeriksaan harian Vietkong. Huek…

Bagian yang kurang kusukai: Banyak dialog-dialog panjang yang menuntut konsentrasi.


MAMMA MIA

Sutradara : Phyllida Lloyd
Pemain : Meryl Streep, Pierce Brosnan, Amanda Seyfried, Colin Firth, Stellan Skarsgard, Dominic Cooper, Julie Walters, Christine Baranski
Durasi: 108 menit
REMAJA

Film musikal dengan lagu-lagu ABBA sangat sesuai dengan penggemar lagu mereka. Lagu-lagu ABBA dikemas ulang dan disajikan lebih menarik. Lagu-lagu ini membuatku merinding ketika mendengarnya.

Ceritanya sederhana. Sophie Sheridan (Amanda Seyfried), seorang anak perempuan yang tidak mengenal siapa bapaknya ingin melangsungkan pernikahan. Berbekal diari ibunya Donna (Merryl Streep), dia mengundang 3 orang lelaki atas nama sang ibu, Carmichael (Pierce Brosnan), Bill Austin (Stellan Skarsgard) dan Harry Bright (Colin Firth), yang pernah mengisi hidup ibunya, berharap salah satu dari mereka adalah ayahnya.

Pertemuan ibunya dengan 3 lelaki ini tentu saja mengejutkan dan penuh dengan lagu sampai akhirnya ketiganya menyadari tujuan kenapa mereka mendapat undangan pernikahan itu.

Bagi anda yang tidak suka film musikal, anda belum tentu tidak menyukai film ini. Cobalah menontonnya.

Bagian yang kusuka: Lagu Mamma Mia ABBA dinyanyikan. Pemain-pemain utama menyanyi di penutup film ini, lihat deh, lucu banget.

Bagian yang kurang kusuka: -

BODY OF LIES
Sutradara: Ridley Scott
Pemain: Leonardo DiCaprio, Russell Crowe, Carice Van Houten, Vince Colosimo, Michael Gaston
Durasi: 128 min

Film ini mengisahkan pengintaian agen CIA Roger Ferris (Leonardo DiCaprio) atas sekelompok teroris di Yordania. Ferris memutuskan bekerja sama dengan agen intelijen Yordania untuk memperoleh informasi tentang teroris tersebut.

Ferris terjepit di tengah dua kepentingan dalam menjalankan operasinya, kepentingan atasannya Ed Hoffman (Russell Crowe) dan Kepala Intelijen Yordania. Dunia intelijen yang penuh misteri pun dimulai sampai akhirnya Ferris berhadapan langsung dengan pimpinan teroris yang sudah lama dicarinya. Hanya saja situasinya, Ferris adalah hasil tangkapan dan tidak berdaya.

Meskipun menyentuh area yang sangat sensitif untuk dibicarakan, film ini mampu tidak memihak Amerika atau Yordania atau teroris dalam penayangannya.

Bagian yang sangat kuingat: Ketika Ferris disiksa di markas teroris. Adegan keji yang sangat sulit dilupakan. Mengerikan.

Peduli Moral Anak Bangsa

Aku sangat cemas ketika melihat anak-anak yang ikut menonton film untuk dewasa di bioskop. Film dewasa di bioskop biasanya menyajikan kekerasan tanpa sensor yang memadai untuk dikonsumsi anak-anak. Tapi kenapa tidak ada kontrol dari pihak bioskop atau orang tua berkaitan dengan genre film yang bersangkutan.

12 Oktober 2008, Pondok Indah Mall.
Sore itu, kami menonton film “Body of Lies”. Film ini bergenre action dan jelas ditulis “untuk dewasa” (Bisa dicek di internet sebelum menonton). Seorang anak-anak duduk di seberang tempat duduk kami. Sesekali kulihat wajahnya ketika adegan kekerasan dipertontonkan. Betapa aku terkejut kalau mimiknya tidak kaget sama sekali dengan adegan “memukul jari dengan martil”, tapi malah terkesan semakin antusias. Aku ngeri, khawatir dan berharap semoga dia tidak terpengaruh dengan adegan itu. Baca selengkapnya »

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!