PHRD 2008, Bintaro
Tamat sudah episode hidup yang satu ini. Sedih, haru, bingung menjadi satu. Di sini ku-crop sebagian tentang, aku, kamu dan teman teman semua.
Tamat sudah episode hidup yang satu ini. Sedih, haru, bingung menjadi satu. Di sini ku-crop sebagian tentang, aku, kamu dan teman teman semua.
Ujung dari tindakan memeriksakan diri ke dokter adalah diberikan resep obat. Itu sudah wajib hukumnya di Indonesia ini! Kalau pun kita tidak punya penyakit, datang ke dokter, pasti diberikan vitaminlah paling tidak. Kita dianggap mampu membayar jika sudah berani datang ke dokter.
Dokter kami kali ini membuat sederetan biaya yang harus kami bayar termasuk dua jenis obat yang jumlahnya 12 butir per jenis obat.
Setibanya di kasir, kami kaget setengah mati, karena ternyata biaya laboratorium bisa membeli satu hp esia plus kartu. Ini belum selesai lagi, karena setelah sampai di apotek kami menemukan obat seharga hp GSM berkamera.
Tapi aku dan suami menabahkan hati, namanya juga mau sembuh.
Betapa mahalnya kata “sehat” itu ya… Jagalah kesehatan!
Film yang sudah kutunggu sejak lama.
Film ini sarat akan makna, mulai dari pesan lingkungan hidup yang kental sampai drama percintaan yang manis. Sedikit berkata banyak berbuat.
Directed by Andrew Stanton;
Written by Mr. Stanton and Jim Reardon,
Semua Umur

Ketika bumi telah habis terekploitasi oleh manusia, bumi pun ditinggalkan begitu saja. Bumi kini penuh dengan sampah. Ada dua mahluk yang masih tinggal di situ, seekor kecoa dan Wall-E, robot pembersih sampah yang lupa dimatikan pemiliknya.
Wall-E bisa mengidentifikasi barang-barang dan fungsinya, bahkan dia bisa mempelajari emosi manusia melalui sebuah video film “Holly, Dolly!”. Film tua dengan koregrafi yang sangat menarik hati Wall-E.
Petualangan dimulai ketika sebuah roket mendarat dekat tempat tinggal Wall-E dan meninggalkan robot pendeteksi bernama Eve. Awalnya sih, Eva kejam, tanpa ampun menembak semua yang dianggapnya mencurigakan, kecuali si kecoa. Tapi akhirnya Eva luluh dengan kebaikan Wall-E. Wall-E jatuh cinta pada Eva sejak pandangan pertama. Terobsesi dengan film “Hello, Dolly!”, Wall-E berusaha memegang tangan Eva, tapi selalu gagal.
Misi Eva selesai saat Wall-E memberikan tumbuhan yang baru ditemukannya. Ketika itu terjadi, Eva langsung off dan menghubungi pesawat induknya. Sementara itu, Wall-E tetap menjaganya dari petir dan hujan. Sampai akhirnya, pesawat roket itu menjemput Eva. Baca selengkapnya »