Last Monday in Our Dorm
Sedih? Pastilah.
Room#207, 3.41 PM
Kudalami perasaanku sendiri. Minggu terakhir yang terasa berbeda.
Sebenarnya aku sudah menyiapkan hati dulu kalau-kalau hari ini pasti tiba. Hari-hari dimana aku merasa sedih harus meninggalkan sebuah kenyamanan.
Aku bukanlah makhluk yang mudah beradaptasi. Sekali pindah ke tempat baru, aku sulit BAB dan sulit tidur, apalagi dengan suasana yang sangat berbeda. Masalah sulit tidur ini kualami juga ketika aku baru menikah. Bayangkan, selama ini aku biasanya tidur sendiri dengan keegoisan tingkat tinggi, tendang sana-tendang sini, sekarang tidur berdua dan aku dapat saingan berat yang tak terkalahkan. ![]()
Setelah waktu berlalu dan adaptasi sukses, aku berat meninggalkannya. Wajah teman-temanku, terutama teman sekamar, bentuk kamarku, ruang makan, kelas, committee’s room, teachers’ room, sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagiku. Pasti sulit melepaskannya.
Yah, tapi itulah kenyataannya. Minggu ini menjadi minggu terakhir kami di asrama, yang katanya seram ini. Ada satu hukum yang selalu berlaku di hidupku
“ketika kenyamanan itu hadir, saatnya untuk berpindah ke sesuatu yang lain, karena kenyamanan tidak bisa mendewasakanku”.
Selamat berpisah dan berjuang teman-teman.



Add to del.icio.us