Menulis SOP (Statement of Purpose) I

22 Agustus 2008
14.00 Asrama #207
Setelah berhari-hari, bahkan berbulan-bulan mengenal application form, akhirnya sekarang aku mencoba menulis sebuah SOP.

Apakah SOP itu?
SOP (Statement of Purpose) adalah sebuah essay yang mewakilkan seseorang untuk “memasarkan diri” di depan tim penyeleksi untuk memasuki sebuah universitas/sekolah. Biasanya isinya adalah field of study atau study background (bidang studi yang ditekuni sebelumnya), research proposal, personal achievement (prestasi-prestasi khusus), alasan mengapa memilih bidang tersebut dan lain sebagainya (menurut permintaan universitas masing-masing).

14.05 Asrama #207
Meskipun sudah tahu definisi dan tujuan SOP itu, aku tetap tidak menemukan paragraf pembuka yang baik. Dari contoh-contoh yang kubaca di perbendaharaan kakak kelas, mereka selalu membukanya dengan “I was graduated from… bla-bla-bla”. Monoton banget ga sih? Seperti paduan suara dengan nada do di sepanjang lagu.

25 Agustus 2008
15.30 Asrama #207
Gile, susah banget memulainya…
Pertanyaan pertama yang perlu dijawab adalah “Alasan mendasar memilih jurusan itu”. Jawabanku hanya seputar “Karena aku pengen dan karena Jepang memang bagus”. Nah looo…

Browsing sana, browsing sini…
Kubuka wikipedia, dan akhirnya kutemukan artikel-artikel tentang SOP. Kebingungan baru pun timbul, apa beda SOP dan Personal Statement? Bukankah keduanya sama-sama buat memasarkan diri? Jadi bagian mananya yang harus berbeda? Sebuah pertanyaan di forum menanyakan hal yang sama, karena SOP nya dikembalikan oleh tim penyeleksi dan dimintakan revisinya. SOP yang dimaksud bukanlah SOP tapi Personal Statement. Tentu saja orang ini menjadi bingung seperti diriku.

22.04 Asrama nan sunyi dan semakin sunyi…
Berkutat terus di antara print-print nan dari internet tentang SOP. Sedikit pencerahan kutemukan tapi kebenaran masih diragukan. Personal Statement itu cenderung menjelaskan sisi background pribadi seseorang, kenapa dia memilih tempat atau jurusan tersebut. Sedangkan SOP memuat banyak hal, sedikit tentang personal background, dan setelahnya tentang studi, research proposal dkk.

22.12 Suara AC tua merdecik-decik di sisi jendela kamarku, diiringi suara bincang-bincang di ruang TV tengah asrama. Riang dan tanpa beban. Biasanya ada juga suara dangdutan dari radio para tukang bangunan di lantai satu bawah sana. Tapi kok malam ini sunyi ya? Kangen juga ada suara musik kampung itu untuk menemaniku membuat SOP malam ini.

To be continued…

suasana malam sepertinya membuatku semakin puitis…

Last Monday in Our Dorm

Sedih? Pastilah.

Room#207, 3.41 PM

Kudalami perasaanku sendiri. Minggu terakhir yang terasa berbeda.
Sebenarnya aku sudah menyiapkan hati dulu kalau-kalau hari ini pasti tiba. Hari-hari dimana aku merasa sedih harus meninggalkan sebuah kenyamanan.

Aku bukanlah makhluk yang mudah beradaptasi. Sekali pindah ke tempat baru, aku sulit BAB dan sulit tidur, apalagi dengan suasana yang sangat berbeda. Masalah sulit tidur ini kualami juga ketika aku baru menikah. Bayangkan, selama ini aku biasanya tidur sendiri dengan keegoisan tingkat tinggi, tendang sana-tendang sini, sekarang tidur berdua dan aku dapat saingan berat yang tak terkalahkan. :))

Setelah waktu berlalu dan adaptasi sukses, aku berat meninggalkannya. Wajah teman-temanku, terutama teman sekamar, bentuk kamarku, ruang makan, kelas, committee’s room, teachers’ room, sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagiku. Pasti sulit melepaskannya.

Yah, tapi itulah kenyataannya. Minggu ini menjadi minggu terakhir kami di asrama, yang katanya seram ini. Ada satu hukum yang selalu berlaku di hidupku

“ketika kenyamanan itu hadir, saatnya untuk berpindah ke sesuatu yang lain, karena kenyamanan tidak bisa mendewasakanku”.

Selamat berpisah dan berjuang teman-teman.

The Room

Cerita di bawah ini tentang Brian Moore yang berusia 17 tahun, ditulis olehnya sebagai tugas sekolah. Pokok bahasannya tentang sorga itu seperti apa. “Aku membuat mereka terperangah,” kata Brian kepada ayahnya, Bruce. “Cerita itu bikin heboh. Tulisan itu seperti sebuah bom saja. Itulah yang terbaik yang pernah aku tulis.” Dan itu juga merupakan tulisannya yang terakhir.

Orangtua Brian telah melupakan esai yang ditulis Brian ini sampai seorang saudara sepupu menemukannya ketika ia membersihkan kotak loker milik remaja itu di SMA Teays Valley, Pickaway County, Ohio.

Brian baru saja meninggal beberapa jam yang lalu, namun orangtuanya mati-matian mencari setiap barang peninggalan Brian: surat-surat dari teman-teman sekolah dan gurunya, dan PR-nya. Hanya dua bulan sebelumnya, ia telah menulis sebuah esai tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di suatu ruang arsip yang penuh kartu-kartu yang isinya memerinci setiap saat dalam kehidupan remaja itu. Tetapi baru setelah kematian Brian, Bruce dan Beth, mengetahui bahwa anaknya telah menerangkan pandangannya tentang sorga. Baca selengkapnya »

Oleh-Oleh Ulang Tahun

Meskipun ulang tahun ini tanpa kado, aku tetap bisa menikmatinya. Kado yang kuterima bukanlah kado fisik yang seringkali hanyalah simbol semata. Kado kali ini adalah ucapan-ucapan yang tulus dari hati.

Inilah beberapa ucapan ulang tahun yang menurutku unik:

Kawas Tarigan:
Jes 46:4
Aku kap Dibatandu, emaka Kuembah-embah kam, seh kam metua janah ubanen. Aku sinjadiken kam, emaka Kutatang-tatang, Kuangkip-angkip, janah Kukelini kam. Met Ultah

Berhubung karena ucapannya dalam Bahasa Karo, maka kuterjemahkan sebagai berikut:
(diambil dari Yesaya 46:4),
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Unik karena memang ayat ini lebih terasa dalam Bahasa Karo, mengingat aku dibesarkan dengan bahasa perantara itu.

LBC (London Beauty Centre) Bintaro:
Kami dari London Beauty Centre Bintaro mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN. Dapatkan DISCOUNT PERAWATAN 15% CREAM 10% bagi yang berulang tahun (masa berlaku 2 minggu).

Sebenarnya ga ada unik-uniknya nih ucapan. Tapi lihat deh kumpulan huruf-huruf kapitalnya, ;) bener-bener menggiurkan. Betapa jerawat-jerawat di wajah ini menunggu perawatan tersebut.

Dan inilah ucapan yang akan kukenang:
Tidak ditulis dalam SMS atau friendster, tapi diteriakkan dari lantai 1 asrama kami ke lantai 2. Hanya satu kalimat “Grow Up Please!”.

Sekejap kupikir, aku, aku, aku masih kekanak-kanakan? Hampir tidak percaya.
Benarkah aku seorang anak-anak yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa berumur hampir 30?

Happy Bird Day

Rasanya lucu mendengarkan ucapan selamat ini. Tapi orang Indonesia sering salah melafalkan ucapan Happy Birthday menjadi Happy Bird Day alias selamat hari burung.

Meskipun hari ini Bintaro dihiasi hujan rintik, aku nggak pengen hari ulang tahunku ikutan buram. Hari ini beberapa teman mengucapkan selamat ulang tahun yang nggak henti-hentinya dari semalaman. Sedikit terasa seperti selebriti. Beberapa orang yang kuharapkan mengucapkan, melupakan hariku ini, tapi lebih banyak orang yang tak kuduga malah mengucapkannya via chat, friendster maupun sms dan telepon.

Make a wish!
Pasti kedengaran egois. Aku pengen punya anak, tapi sayang sekali, aku terjebak keinginanku sendiri menjalankan pendidikan S2 beasiswa ke Jepang yang melarang siswanya hamil sebelum lulus kuliah. Keinginanku besar menjalani S2 ini (sejak dahulu kala), tapi keinginanku punya anak juga besar sejak aku menikah dan terdeteksi sejak aku suka melihat (melirik apalagi) anak-anak orang yang kulihat di jalan, mall, gereja dan tempat lainnya.

Keinginan kedua! (kalo itu mah jadinya “Make many wishes”)
Tar sore, aku harus ke dokter memeriksakan kesehatanku yang mengindikasikan suatu gangguan yang sebenarnya sudah menahun. Aku ingin aku sehat dan gangguan ini hanyalah sesuatu yang kecil.

AMIIIIIINNNNN

Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!