Review Kota: Kabanjahe, Desember 2007
KABANJAHE, 14 Desember 2007 – 6 Januari 2007
Inilah kota di mana aku dibesarkan. Jadi, apa yang harus kuungkapkan dari sebuah kota yang sangat melekat di hatiku? Letaknya sekitar 72 km dari Medan dan berada di puncak gunung yang membuat udaranya sejuk.

Pucuk Rumah Adat Karo
Kabanjahe sangat istimewa bagiku karena kenangan-kenanganku yang tumpah ruah di sini. Kalau orang lain mungkin tidak melihat sesuatu yang istimewa dari Kabanjahe selain suasananya yang sejuk dan segar karena polusi udara yang hampir bisa dibilang tidak ada. Sebagian lahan di Kabanjahe masih banyak digunakan untuk pertanian, jadi pemandangannya hijau. Sayang aku tidak mengambil foto ladang yang ada di belakang rumahku itu.
Kabanjahe termasuk kota kecil yang dijadikan ibukota dari Kabupaten Karo. Aku tidak tahu kenapa Kabanjahe yang dipilih sebagai ibukota. Tapi bagaimanapun juga aku suka sudut-sudut kota Kabanjahe.
Untuk yang berkunjung ke Kabanjahe yang asik di Kabanjahe adalah:
- Pasar kaget malam hari di Simpang Empat Kabanjahe. Makanan favorit di sana adalah bandrek susu untuk mengusir rasa dingin di malam hari dan martabak untuk mengusir rasa lapar.
- Pasar Pakaian Loak yang murah-meriah, kalau kuat menawar dan mencari pasti mendapat produk bagus nan murah.

Tugu Nande (sebenarnya aku tidak ingat namanya)
Tugu Bambu Runcing
Terminal Bis Medan
PLN (tepat di depan rumah kami)
SMAN 1 Kabanjahe, SMA-ku nih dari 1996 – 1999
SMPN 1 Kabanjahe, SMP ku 1993 – 1996



Add to del.icio.us