Sebulan Menuju Pernikahan
Hah! Sibuk banget.
Kesibukan ini begitu terasa karena sambil bekerja penuh waktu, tanpa waktu bolos, kami harus mengurus semuanya. Mulai dari pakaian, undangan, aksesori, souvenir sampai memikirkan rumah kontrak mana yang akan kami tempati. Maklumlah, kami belum mampu membeli sebuah rumah. Itu dipikirkan kemudian hari saja. Semua dilakukan hanya pada hari Sabtu-Minggu yang tersisa. Untung saja pernikahan ini dilakukan di Kabanjahe, kota kecil darimana aku berasal, jadi tugas bisa dibagi dengan kakak-kakak di sana. Hihihi… sedikit licik yak?
Tidak ada halangan yang berarti dalam persiapan ini, tapi tetap penuh perjuangan. Demi satu hari upacara pernikahan persiapannya sampai heboh begini ya? Tapi tar kan selesai juga babak ini dan akan jadi kenangan sepanjang hayat. Kami juga berusaha agar pernikahan ini cukup berharga untuk dikenang. Babak selanjutnya adalah babak yang sesungguhnya.
Kemaren perjuangan mendapatkan rumah kontrakan belum juga berhasil. Ada yang menawar rendah tapi tanpa fasilitas apa-apa termasuk tanpa dapur,
, ada yang sesuai tapi terlanjur mengingkari janji dan memberikannya pada orang lain,
sedih juga. Sekarang yang tertinggal hanyalah rumah kecil nan mewah dengan biaya sewa tinggi dan kami masih bertimbang untuk menyewanya.
Mulai hari ini aku akan menuliskan perjuangan kami menuju 29 Desember 2007.
Kenapa harus 29 Desember? Alasan pertama karena tanggal itu bertepatan dengan Natal, banyak liburnya jadi sisa cuti bersama bisa dipakai untuk menutupi tanggal non libur. Sayang cuti bersama sudah habis dipotong buat cuti bersama dadakan pas lebaran kemaren. Memang tiket jadi mahal banget pada tanggal itu. Alasan kedua, yang kutemukan sendiri setelah dipikir-pikir
, rasanya cocok sekali membuka tahun yang baru dengan hidup yang baru. Alasan ketiga, “Kapan lagi gitu loh?”. Selagi bisa jangan ditunda ![]()
Kakak-kakakku yang tersebar di seluruh Indonesia jadi kesulitan mencari tiket murah akibat kebandelanku memilih tanggal itu. Yang paling kukhawatirkan adalah Abang Alexander dan Kak Selvi. Mereka harus berangkat dari Manokwari, Irian hanya untuk melihatku menikah pada hari itu. Maafkanlah aku Bang, tak ada maksud jelek di balik ini semua.
Hari ini pun, aku harus lembur sampai jam tujuh malam. Aku harus semangat! Semangaaaaat!!!
Oh iya, aku bahkan belum mempersiapkan segala perawatan yang biasa dijalankan calon pengantin wanita,
. Apa saja sih perawatan yang harus dijalankan? Salon? Oh… Aku kurang suka bau salon. Help!



Add to del.icio.us