Sony Ericsson K-750
Sedikit berbagi,
Selama ini aku terbiasa memakai hp yang simpel, hampir tanpa konektivitas dan fitur yang serba minim. Alasannya tidak hanya karena terbatas di dana, tapi juga kemalasan mempelajari fitur-fitur anehnya
.
Beberapa bulan terakhir, aku mencoba berubah haluan dengan membeli hp Sony Ericsson K-750i yang memang sangat berbeda dengan hp ku sebelumnya. SE K-750i kaya fitur dan konektivitas. Senang rasanya belajar dari SE K-750i.
Tapi sekitar 4 bulan ini SE K-750i-ku bermasalah, suka restart dan eror sendiri. Setiap kali aku mencoba menelepon, hp ini mati mendadak. Karena masa garansi masih ada, aku mencari customer care Sony Ericsson terdekat.
Sabtu pagi aku menuju Pondok Indah. Karena ini kali pertama, aku mencari informasi kapan bisa service hp di tempat itu (kalo tidak salah, di north gate Pondok Indah Mall). Mereka dengan ramah memberitahu untuk datang Senin-Jumat, service sampai jam 9 malam.
Sabtu berikutnya, aku bersama seorang teman kembali ke tempat itu. Waktu itu sudah jam 8 malam dan ketika kami duduk di depan customer care, petugas malam itu mengatakan “maaf mbak, kami tidak melayani service lagi”
“kenapa?” aku terheran-heran
“karena kami udah tutup mbak”
“tapi kami diberitahu minggu lalu kalo tutupnya jam sembilan” selaku, capek mengejar waktu dari Bintaro.
“Memang tutup jam sembilan, kan sekarang udah jam delapan. Service memakan waktu satu sampai dua jam mbak, jadi nggak sempat lagi”
Haaaahhh??? Aturan apaan tuh? Aku tahunya tutup jam 9. Bagaimana aku tahu berapa lama service, atau berapa banyak customer yang datang. Kesal bercampur capek terasa di sekujur tubuh. Sabar Ren…
Sabtu lainnya, berdua kami menuju tempat yang sama dan kebetulan bertemu petugas yang sama. Kali ini masih pagi, PIM aja baru buka. Balas dendam nih ceritanya. Akhirnya kami diterima dan diberi beberapa petuah.
“Ada masalah apa mbak?” tanya si mbak petugas dengan ramah
“Ini mbak, hape ku suka restart sendiri” sambil menyodorkan hape dan garansi sekaligus
“Aduh, sekarang belum bisa mbak, teknisi kita belum nyampe, mungkin siangan dikit”
Nah looo… Kemalaman salah, kepagian juga salah.
“mmm… jam berapa teknisi datang mbak, kita tungguin deh” nggak mau kalah.
“jam 1 an mbak” ragu-ragu memandang jam dinding ruangan itu.
“oke deh” kataku lega, itu artinya tinggal menunggu sekitar… 2 jam (alamaaaak)
“tapi mbak udah back-up semua isi hp mbak kan?” belum lagi aku berdiri sempurna dari tempat duduk. Aku langsung mematung dan sadar… Kalau aku harus kembali ke rumah dan back-up isi hp.
Sabtu yang ntah ke berapa… 12.00 siang
“mbak, hape saya suka restart sendiri, di service sekarang bisa kan?” tanpa ditanya
“bisa mbak, ditunggu sebentar ya…”
— menunggu —
“cara satu-satunya adalah upgrade mbak, karena software mbak udah ketinggalan” usulnya
“oke aja deh mbak”
— menunggu lagi —
“tar datang aja lagi mbak ya, sekitar jam 13.30″
Kami meninggalkan customer care dengan lega, akhirnya…
13.15 siang, ga sabar aku langsung duduk di depan petugasnya.
“mbak, hape saya sudah selesai?”
“sudah mbak, sebentar”
—menunggu —
Hapeku kuterima dalam bungkusan plastik. Senang rasanya hapeku sudah diperbaiki. Tiba-tiba di sebelahku seorang bapak menyodorkan hape ke customer care dan berkeluh sama denganku, restart sendiri. Aku senyum-senyum. Penyakit umum ternyata.
Sesampai di rumah, kucoba nyalakan hape SE K-750i ku. Terlihat fresh, kosong, loading cepat dan… kenapa restart lagi??? Ouch… Aku sebal, sebal, sebal!!! Ternyata beberapa Sabtu yang kuhabiskan tanpa hasil.
Sampai sekarang, aku tidak mendatangi customer care itu lagi, kecewa berat. Aku berencana menjual hape ini dan menggantinya ke merk hapeku yang lama. Karena ternyata beberapa fitur hape ini tidak membantu, tapi malah membuat susah ditambah masalah restart yang tak kunjung selesai. (Terbayang wajah bapak yang punya masalah sama, pasti dia juga akan menjual hapenya).



Add to del.icio.us