Birthday
Bagaimana aku melewatkan ulangtahunku?
Ulangtahun impianku:
Pagi sekali, orang-orang mulai meng-sms dan menelepon untuk mengucapkan selamat ulang tahun, mendoakan panjang umur dan bila perlu memberikanku kado.
Sebuah pesta ulangtahun dengan tumpukan balon kubuat untuk mengundang teman-teman, kerabat dan sahabat. Mengucap syukur dengan makan bersama rasanya pasti sangat menyenangkan.
Mengingat hari ulangtahunku libur, memungkinkan untuk menghabiskan sehari penuh merayakannya dengan penuh sukacita.
Ketika Senin tiba, teman-teman kantor menyadariku berulangtahun dan mendoakanku di usiaku yang sudah terbilang tua.
Taruhan, apa yang terjadi 19 Agustus kemaren?
Tengah malam, 00.00 WIB Eka menelepon tapi tidak kuangkat saking lelapnya tidur, kecapaian seharian beraktivitas dan begadang menyiapkan bahan sekolah minggu. Maafkanlah aku.
Waktu kubuka pintu kamarku, kutemukan sebuah kado persis di depan kamar. Siapa lagi kalau bukan teman sekost ku Lasma. Terima kasih kadonya. Lihatlah setiap hari kupakai hadiahmu itu.
Beberapa SMS kubaca setelah terbangun. Semuanya belum terasa jelas karena aku langsung berlari menuju sekolah minggu dengan terburu-buru. Aku lupa mengubah profile hp, jadilah hapeku berbunyi terus sepanjang sekolah minggu berlangsung. Anak-anak yang kuajari pun bingung. Maafkan aku ya.
Capek akibat bergadang tak bisa kusembunyikan. Kuturunin tangga ruangan mengajar dengan enggan, beberapa teman menyambut dengan ceria. Ah… mereka ingat gak ya? Kemudian kami membuat evaluasi pengajaran bergantian. Novi yang memegang gitar tiba-tiba memainkannya dan menyanyikan lagu “selamat ulang tahun” yang biasa tapi terdengar sangat menyentuh. Ternyata mereka membuat kejutan buatku, ntahlah sudah direncanakan atau nggak, tapi beberapa potong risoles dengan sebuah lilin di piring sanggup membuatku terharu tanpa air mata (sst… aku sebenarnya menahan habis-habisan air mataku). Mereka mendoakanku juga. Temanku sepelayanan juga menghadiahkan sebuah dompet putih. Ooh how sweet. Thanks ya Natty.
Tanpa perayaan, tanpa pesta, tanpa kado yang kuimpikan, tapi lebih dari yang kubayangkan. Ini lebih indah dari harapanku. Begitu sederhana tapi indah. Terima kasih Tuhan atas teman-teman yang baik, yang Kauhadirkan untukku di sini.
Oh ya, setelah 19 Agustus, aku masih menerima kejutan. Sebenarnya aku sudah tidak mengharapkan kejutan di kantor, karena aku sadar, ulangtahun sederhana kemarin sudah cukup banget. Terimakasih untuk Rere (CD Clay Aiken-nya), Eka (untuk boneka pluto besar), Masdiy (for the pizza, what a big surprise), dan teman-teman yang lain.
To someone special. I don’t need a rose…



Add to del.icio.us