Withri Saragih
Pengennya sih buat artikel “Withri Saragih” waktu dia ultah di bulan April, tapi apa hendak dikata, kesibukan jualah yang membuatku tak sempat (bilang aja lupa Ren…) menulis tentangnya. Jadi deh menulis ini pada tanggal ini, sekalian ingin menunjukkan kesan bahwa aku menyayanginya seolah hadiah ulang tahun yang istimewa.
Withri, sempat jadi teman sekamar yang baik, murah hati dan sabar. Kenapa kusebut begitu? Bayangkan seorang pengembara yang tidak tahu dimana tempat berteduh. Bayangkan juga Withri yang baik menerima dengan tangan terbuka tanpa biaya apa-apa, menyediakan tempat tidur, TV, listrik dan fasilitas hidup berkelimpahan lainnya. Dengan mudah siapapun kita pasti mengatakan “Ow… She’s so kind”. That’s her.
Dulu tingkat awal, penampilan Withri lebih cenderung kebapakan (macho gitu), kurang sentuhan feminin. Tapi sekarang, cuit… cuit… cuit… asik bo. Feminin abis, tak lepas dari kawat giginya. Soal penampilan, aku kalah jauh dibandingkan ibu satu ini.
Setelah membahas 2B (Behaviour and Beauty), sekarang kita ke Brain. Mmhhh…
Mungkin kita berdua punya Brain ga kalah bersaing (PD dikit gpp kan?). Tapi liat2 juga sih saingannya siapa, hehehe. Buktinya ada kok, D4 langsung iya, lulusan terbaik iya, fungsional iya, apalagi? Si Withri dalam hati menjawab “Awas ya!!!”
Tempat curhat yang baik adalah predikatnya juga. Kita sering curhat2an, kadang sampe pagi di kamar C6 dulu. Rasanya ga hilang sampe sekarang. Aku belajar dari pengalaman Withri yang luar biasa. She’s my inspiration.
Meskipun hanya 3 bulan bersama di C6, aku bisa kenal Withri dengan baik, perangai dan semua kebiasaannya. Kita klop dan tidak kebetulan bersama. Aku tahu ada rencana Tuhan di balik kesamaan2 kita. Kita jadi bisa saling menghibur dan berbagi. Ya gak Bu?



Add to del.icio.us