Lagi Sakit Nih
Udah tiga hari demam tinggi ga jelas sebabnya apa. Yang pasti aku tu sebelum sakit nonton Brazil. Yaa, begadang gitu deh. Tapi itu pun karena aku udah tidur cukup sebelumnya, so ga ada masalah sebenarnya. Aku sangat mengidolakan Brazil di piala dunia ini, bahkan sejak tahun 1994, masa-masa Romario Bebeto.
Kita kembali ke poin semula yang ingin kuceritakan di sini (kok jadi ngomongin brazil ya). Demamnya ga turun-turun selama dua hari kemaren, rasanya dunia membenciku, maka aku diberi penyakit itu. Mulut terasa pahit, mata panas, kerongkongan ikutan kering, serasa ada bola mantul di kepala (oalah… hiperbolis banget), tapi itulah yang terasa selama sakit ini. Bolos kerja pun tak dapat dihindari.
Cuma saja, ada hal manis yang bisa kuperoleh selama sakitku. Aku tahu aku disayangi oleh banyak orang. Ada sebagian orang yang tak kuduga ternyata punya perhatian juga terhadapku. Misalnya saja, pagi ini aku memaksakan diri ke kantor, beberapa orang langsung menanyakan “udah sehat belom? Kalo sakit jangan dipaksa”. Wahh… ada berapa orang yang tau aku bolos karena sakit? Kok bisa? gimana caranya? Tapi aku jujur sangat senang diperhatikan, hehe… Yang tak kuduga adalah, salah seorang atasanku menyapaku begini “makanya lain kali minum yang banyak, makan teratur, kalo kerja jangan porsir”. Haaa? Yang bener nih? Kan nih bos jarang2nya ngobrol denganku, yang ada malah “hai hei” doang, atau “selamat pagi, siang, sore”.
Yah, at least penyakit yang membuatku senewen ini bisa membawa hikmah juga.
Ohya, pengalaman yang aneh juga kemaren, masa ada anjing di halte s.parman, yang ga tau anjing siapa, membuntutiku sepanjang jalan selayaknya tuan. Aneh bin ajaib, apa karena aku bau anjing ya?



Add to del.icio.us